Angkasa Pura II Cetak Laba Rp9,53 Triliun Sepanjang 2019

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 320 2145061 angkasa-pura-ii-cetak-laba-rp9-53-triliun-sepanjang-2019-RoBqg2GwJM.jpg PT Angkasa Pura II. (Foto: Okezone.com/Dok.AP II)

JAKARTA PT Angkasa Pura II (Persero) menutup tahun ini dengan mempertahankan tren positif pertumbuhan bisnis dan operasional bandara. Sepanjang Januari – Desember 2019, perseroan membukukan pendapatan Rp9,53 triliun atau naik 1% dibandingkan dengan Januari – Desember 2018 sebesar Rp9,48 triliun.

Kenaikan pendapatan dicapai perseroan di tengah turunnya jumlah penumpang pesawat di pasar nasional karena harga tiket pesawat pada 2019 dinilai lebih mahal dibandingkan dengan 2018. Total di pasar nasional, penurunan jumlah penumpang tahun ini diprediksi mencapai 18-20% dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Angkasa Pura II Incar Jadi Operator Bandara di Malaysia dan Thailand

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan berhasil menjaga pendapatan tetap tumbuh melalui sejumlah strategi antara lain memperluas portofolio bisnis, melakukan efisiensi, serta meningkatkan trafik di rute internasional.

“Melalui strategi itu, PT Angkasa Pura II kini perlahan-lahan tidak lagi bergantung dari pendapatan passenger service charge [PSC], sehingga pendapatan perseroan tetap dapat tumbuh kendati jumlah penumpang pesawat turun,” ujar Muhammad Awaluddin, dalam keterangannya, Senin (23/12/2019).

Angkasa Pura II

PSC adalah bisnis aeronautika dari PT Angkasa Pura II, yang berasal dari kontribusi penumpang pesawat atas jasa dan fasilitas yang ada di bandara.

“Jika kami tidak memperluas portofolio bisnis maka mungkin saja pendapatan turun seiring dengan turunnya jumlah penumpang pesawat di pasar domestik. Namun, kami berhasil tetap mempertahankan pertumbuhan pendapatan,” ungkap Awaluddin.

Baca Juga: Runway Baru Bandara Soetta, Antrean Pesawat Diharapkan Berkurang

Strategi memperluas portofolio bisnis yang dijalankan pada 2019 di antaranya memperbesar kepemilikan saham di PT Gapura Angkasa menjadi 46,62% sehingga PT Angkasa Pura II kini menjadi pemegang saham pengendali.

Awaluddin mengatakan PT Gapura Angkasa memiliki prospek bisnis yang sangat cerah dengan jaringan operasional di lebih dari 50 bandara di Indonesia.

Bisnis utama dari PT Gapura Angkasa sendiri adalah jasa ground handling di samping juga memiliki bisnis kargo dan asistensi penumpang pesawat di bandara.

Di samping itu, bisnis digital yang dijalankan PT Angkasa Pura II sejak 2018 telah tumbuh signifikan pada tahun ini. Bisnis Digital perseroan terbagi dalam tiga bagian yakni Airport E-Commerce, Airport E-Payment, dan Airport E-Advertising.

PT Angkasa Pura II juga menggenjot kinerja anak usaha, yakni PT Angkasa Pura Propertindo (APP), PT Angkasa Pura Solusi (APS) dan PT Angkasa Pura Kargo (APK).

Guna meningkatkan pendapatan perseroan, PT Angkasa Pura II juga berupaya untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis komersial di setiap bandara. Seperti misalnya area komersial di terminal penumpang pesawat.

“Secara umum, kami berupaya meningkatkan pendapatan bisnis nonaeronautika pada tahun ini dan memang berhasil. Pada 2019 diperkirakan pendapatan dari bisnis nonaeronautika PT Angkasa Pura II naik hingga 10% dibandingkan dengan 2018 atau dari Rp3,47 triliun menjadi Rp3,86 triliun,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Seiring dengan tren positif yang mampu dijaga, pada tahun depan PT Angkasa Pura II menargetkan pendapatan usaha bisa mencapai Rp12,7 triliun. Kondisi ini optimis dicapai dengan melakukan pengembangan usaha secara anorganik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini