nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Tiket Mahal, Tol Trans Jawa Jadi Penyebab Penumpang Pesawat Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 13:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 30 320 2147393 selain-tiket-mahal-tol-trans-jawa-jadi-penyebab-penumpang-pesawat-turun-Lz17TGqaxb.jpg Penumpang Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Turunnya jumlah penumpang pesawat terbang di beberapa bandara ternyata bukan hanya disebabkan oleh mahalnya tiket pesawat. Karena masih ada beberapa penyebab lainnya seperti misalnya tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa.

Pengamat penerbangan dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie mengatakan, tersambungnnya Jalan Tol Trans Jawa ini membuat masyarakat memiliki pilihan transportasi untuk berpergian. Apalagi jarak dan waktu tempuhnya juga jauh lebih singkat dibandingkan belum ada jalan tol.

"Betul. Alternatifnya kan makin banyak," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (30/12/2019).

Baca Juga: Jumlah Penumpang Pesawat 2019 Diprediksi Turun, Pengelola Bandara Diminta Intropeksi

Menurut Alvin Lie, ada beberapa rute penerbangan yang diprediksi mengalami penurunan penumpang. Misalnya saja rute penerbangan dari Jakarta menuju Surabaya, lalu ada juga Jakarta menuju Semarang.

"Ini kan enggak semua rute saya yakin rute yang mengalami banyak penurunan adalah rute yang Jawa. Jakarta-Semarang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Jogja, Jakarta -Solo. Karena sudah ada tol Trans Jawa," katanya.

Senada dengan Alvin Lie, Pengamat Penerbangan lainnya Gatot Raharjo mengatakan jika turunnya jumlah penumpang di beberapa bandara disebabkan sudah tersambungnnya Jalan Tol Trans Jawa. Selain itu, penyebab lainnya adalah karena sudah membaikanya pelayanan transportasi darat lainnya.

"Mungkin karena sudah ada moda transportasi lain seperti jalan tol, kereta api. Tapi itu hanya untuk Jawa aja dan sebagian Sumatera dan tidak terlalu banyak. Hanya pas peak season Lebaran dan Nataru aja. Kalau untuk sepanjang tahun, kayaknya pengaruhnya kecil," jelasnya.

Baca Juga: Penumpang di 16 Bandara Milik AP II Turun Drastis, Ini Faktanya!

Faktor lainnya adalah masih tingginya harga tiket yang dijual oleh maskapai. Meskipun memang beberapa maskapai memberikan diskon untuk rute penerbangan murah.

"Memang benar, harga tiket jadi penyebab terbesarnya. Ini karena laporan maskapai jumlah penumpang juga turun," jelasnya.

 Ilustrasi tiket pesawat

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan, pemerintah sendiri sudah mengatur mengenai pemberian diskon pada hari dan jam tertentu. Hanya saja mengenai pengaturan secara rincinya lanjut Hengki, pemerintah tidak bisa terlalu ikut mencampurinya.

"Untuk tiket pesawat memang sudah ada kebijakan untuk seluruh maskapai memberikan diskon. Memang kalau namannya tiket itu kan B to B (bisnis to bisnis)," kata Hengki.

Sebab menurut Hengki, urusan tiket pesawat ini sebenarnya permasalahan bisnis dari internal maskapai.Oleh karenannya,yang terpenting, pihak maskapai tidak menjual tiket melebih diatas Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah.

"Kemenhub tidak bisa melakukan penekanan asalkan maskapai tidak menaruh harga melebih TBA seperti yang diatur di Keputusan Menteri Perhubungan nomor 106 tahun 2019," jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Hengki, pihaknya akan terus melakukan pengawasan pada tiket yang dijual oleh maskapai. Khususnya untuk tiket penerbangan yang murah (low cost carrier/LCC).

"Tapi kami Kementerian Perhubungan tetap bverkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap tarif tiket pesawat kelas ekonomi," kata Hengki.

 Ilustrasi tiket pesawat

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini