nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat di Perdagangan Awal Tahun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 Januari 2020 22:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 02 278 2148696 wall-street-menguat-di-perdagangan-awal-tahun-OS0SRTwtZ7.jpg Bursa saham Wall Street dibuka menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Mengawali perdagangan di tahun 2020, saham-saham Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Kamis (2/1/2020) waktu setempat. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat didorong adanya suntikan stimulus baru dari China untuk meningkatkan perekonomian Negeri Tirai Bambu tersebut.

Di samping itu, AS juga menambah optimisme untuk berkurangnya ketegangan perdagangan dengan China, yang sekaligus mendorong membaiknya prospek ekonomi global.

Baca juga: Wall Street Dibuka Menguat Mendekati Rekor Baru

Melansir Reuters, Kamis (2/1/2020), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 165 poin atau 0,058%. Indeks S&P 500 bertambah 19,25 poin atau sekitar 0,06% dan Indeks Komposit Nasdaq naik 73,75 poin atau 0,84%.

Ketiga indeks utama AS berakhir lebih tinggi, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian perdagangan fase pertama AS-Cina akan ditandatangani pada 15 Januari 2020. Trump juga mengatakan, dia akan melakukan perjalanan ke Beijing untuk memulai pembicaraan pada fase berikutnya.

wall street

Ekspektasi kesepakatan perdagangan awal, data ekonomi AS yang kuat dan kebijakan moneter longgar oleh beberapa bank sentral paling berpengaruh di dunia telah mendorong perbaikan saham di Wall Street dari bulan Desember.

"Hubungan perdagangan terus menjadi pendorong bagi pasar ini (Wall Street)," kata Kim Forrest, Kepala Investasi di Bokeh Capital Partners, Pittsburgh.

Baca juga: 2 Indeks Wall Street Cetak Rekor

Sebelumnya, pada Rabu (1/1/2020), Bank Sentral China menyatakan memberikan stimulus sangat besar dalam bentuk uang tunai pada seluruh bank. Ini menjadi langkah stimulus yang kedelapan sejak tahun 2018.

Suntikan stimulus tersebut guna mendorong perekonomian China yang tengah mengalami perlambatan. Keputusan pemberian stimulus ini juga turut mengangkat pasar saham di Asia dan Eropa.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini