Antisipasi Banjir, Ibu Kota Baru Cuma Tampung 2,75 Juta Orang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 17:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 03 320 2148964 antisipasi-banjir-ibu-kota-baru-cuma-tampung-2-75-juta-orang-hx95VyRPau.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan telah melakukan antisipasi untuk membuat ibu kota negara baru bebas dari banjir. Lantaran dalam desain pembangunannya telah memitigasi persoalan banjir.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, dalam desain ibu kota baru telah memperhitungkan kapasitas jumlah penduduk mencapai 2,75 juta jiwa. Hal itu berdasarkan kondisi lokasi dari pembangunan di di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Viral Dirut KAI Naik Getek Berkursi Cek Banjir, Ternyata Ini Alasannya

Menurutnya, sudah terdapat desain terkait Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kawasan ibu kota, juga kawasan perluasan.

"Kan sudah dihitung berapa jumlah penduduknya yang akan ada di situ, sebanyak 2,75 juta jiwa. Serta ada perhitungan dari 2035-2045 berapa jumlah penduduknya, klaster-klaster mana saja yang akan berkembang," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Basuki juga menyatakan, pada dasarnya lokasi ibu kota baru tak pernah mengalami banjir. Meski demikian, dia mengakui, jika terjadi perubahan tata ruang lingkungan di wilayah tersebut memang bisa saja menimbulkan banjir.

Menteri Basuki

Namun dalam desain pembangunan ibu kota baru, hal ini sudah diantisipasi. Menurutnya, akan ada ruang terbuka hijau yang luas sehingga bisa menjadi serapan air ketika musim hujan.

"Jadi kan dalam desain sudah dihitung, kalau 70% wilayah di ibu kota baru masih berupa kawasan hijau," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah ingin memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Basuki menyebut, pembangunan ibu kota baru direncanakan akan dimulai pada kuartal IV-2020.

Baca Juga: Imbas Banjir, Pengiriman Barang di Jabodetabek Mandek

Rencananya, yang akan dibangun pada tahun depan adalah pembangunan infrastruktur dasarnya. Selain itu, beberapa bangunan seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan juga akan dibangun mulai tahun depan.

"Tahun 2020 yang prasarana dasarnya yang prasarana tadi yang dasar. Kalau yang cluster pendidikan kesehatan itu nanti. untuk yang prasarana dasarnya mudah-mudahan tahun ini," ujar Basuki.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini