Ketut Masagung Wafat karena Sakit Jantung

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Minggu 05 Januari 2020 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 05 320 2149451 ketut-masagung-wafat-karena-sakit-jantung-RU5rwmt22Z.jpg Ketut Masagung (Foto: dok. Instagram ampcenter)

JAKARTA - Wafatnya Ketut Masagung, anak dari Haji Masagung sang pendiri Toko Buku Gunung Agung mengejutkan banyak pihak. Ketut diketahui wafat karena penyakit jantung.

Hal itu diungkapkan Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi, menjawab pertanyaan Okezone melalui layanan WhatsApp. Selain sebagai pebisnis, Ketut Masagung juga aktif di partai politik sebagai Ketua Bidang Penggalangan DPN Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Teddy memastikan, Ketut wafat di usia ke 50 tahun di RS VU MC Amsterdam pada 4 Januari 2020 pukul 05.35 waktu setempat.

Baca Juga: Ketut Masagung, Anak Pendiri Toko Buku Gunung Agung Meninggal Dunia

"Beliau sakit Jantung. Beliau orang yang sangat humble, selalu menyapa orang terlebih dahulu. Orang baik," ujarnya, Minggu (5/1/2020).

Menurut rencana, jenazah akan tiba di Jakarta pada hari Selasa (7/1/2020) dan akan dibawah ke rumah duka di Kwitang. "Akan dikebumikan di Sentul di samping Makam Ayahandanya, Alm Haji Masagung," tegasnya.

Masagung

Ketut Masagung merupakan anak dari pendiri PT Toko Gunung Agung (Perusahaan) yang bergerak dalam bidang perdagangan buku-buku, alat tulis dan alat kantor serta usaha sejenis lainnya.

Toko Buku Gunung Agung didirikan oleh Tjio Wie Tay (1927 - 1990), atau dikenal dengan Haji Masagung. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juni 1980. Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011, Perusahaan mempunyai 26 cabang yang tersebar di 8 kota di Indonesia. Kantor pusat perusahaan beralamat di Jalan Kwitang 6, Jakarta.

Pada tanggal 6 Januari 1992, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif No.S-16/PM/1992 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal, (sekarang badan Pengawas PasarModal dan Lembaga Keuangan atau Bapepam dan LK), untuk melakukan penawaran umum atas 1.000.000 saham, nilai nominal Rp.1.000 per saham, dengan harga Rp.5.000 per saham dan pencatatan 25.000.000 saham Perusahaan di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).

 ketut

Pada tanggal 30 Juni 2012, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 52.000.000 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga : Toko Gunung Agung Ganti Nama Jadi Permata Prima Sakti

PT Toko Gunung Agung Tbk (TKGA) berganti nama menjadi PT Permata Prima Sakti Tbk. Perubahan nama ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM. Perubahan nama ini dilakukan perseroan seiring dengan rencananya untuk mengubah bisnis menjadi pertambangan batu bara dari sebelumnya percetakan dan toko buku.

Namun pada November 2017, perusahaan tersebut melakukan delisting atau penghapusan pencatatan di Bursa Efek Indonesia. (kmj)