nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Jiwasraya Bakal Diungkap 2 Bulan Lagi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 20:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 08 20 2150816 tersangka-jiwasraya-bakal-diungkap-bulan-depan-fzLgY2rM24.jpeg BPK Beri Keterangan soal Kasus Jiwasraya (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan bakal menuntaskan investigasi tahap awal kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam dua bulan ke depan atau pada Maret 2020. Otoritas bakal mengungkapkan total kerugian hingga tersangka yang menyebabkan tekanan likuiditas di perusahaan pelat merah tersebut.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, pemeriksaan pada kasus Jiwasraya butuh waktu yang panjang dan bertahap. Untuk tahap awal ini, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan investigatif dan melakukan penghitungan kerugian negara yang akan diselesaikan dalam dua bulan.

Baca Juga: BPK Nyatakan Jiwasraya Rekayasa Laporan Keuangan Sejak 2006

"Karena angkanya penting sebab antara indikasi kerugian negara dan kerugian negara itu beda. Kalau kerugian negara kan satu angka yang pasti, maka supaya pasti itu kan enggak bisa main-main," kata Agung dalam konferensi pers di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

BPK mencatat ada indikasi kerugian negara sebesar Rp10,4 triliun dari investasi buruk yang dilakukan Jiwasraya. Terdiri kerugian akibat investasi di saham gorengan sebesar Rp4 triliun dan reksa dana berkualitas rendah sebesar Rp10,4 triliun.

Namun, hingga saat ini kerugian negara itu masih dihitung secara cermat guna mendapatkan angka yang pasti. Sehingga hasil pemeriksaan itu bisa menjadi bahan menguatkan tuntutan pada tersangka.

asuransi

Jadi pihak yang dituntut tidak dapat lagi melakukan banding atau malah menjadikan BPK dan Kejagung kalah di pengadilan. Mengingat hal itu akan memakan waktu lebih panjang untuk penyelesaian kasus ini.

"Jika penegakan hukum tergesa-gesa, orang menggugat, pra peradilan dan kita kalah, itu akan banyak sekali yang dirugikan, termasuk kepercayaan. Sehingga upaya di sini bukan hanya menegakkan hukum tapi juga mengembalikan kepercayaan, yakni ada kepastian hukum yang dijamin negara, baik untuk investor dan transaksi ekonomi di Indonesia," paparnya.

Baca Juga: BPK: Kasus Jiwasraya Punya Risiko Sistemik

Jaksa Agung ST Burhanuddin menambahkan, pihaknya telah mengantongi nama-nama yang diduga menjadi tersangka dari bobroknya keuangan Jiwasraya. Meski demikian, dia enggan tergesa-gesa menyampaikannya dugaan tersebut ke publik hingga didapatkan bukti-bukti yang kuat.

"Kami tetap silence, tidak ingin terlalu terbuka. Kami masih tunggu hasil pemeriksaan teman-teman di BPK. Kami sudah punya ancar-ancar siapa pelakunya, tapi kami ingin betul-betul ingin fix kerugiannya. Jadi tolong beri kesempatan kami dahulu," katanya dalam kesempatan yang sama.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini