Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Naik akibat Ketegangan AS-Iran, KESDM: Kita Sudah Pengalaman

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Kamis, 09 Januari 2020 |15:54 WIB
Harga Minyak Naik akibat Ketegangan AS-Iran, KESDM: Kita Sudah Pengalaman
Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran beberapa hari terakhir membuat harga minyak dunia bergejolak, usai terjadinya serangan AS ke Baghdad yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Pada Jumat (3/1/2020), ketegangan geopolitik yang mengganggu pasokan minyak mentah di Timur Tengah itu membuat harga minyak naik. Minyak mentah Brent diperdagangkan di harga USD68,6 per barel atau naik 3,55% dan West Texas Intermediate (WTI) naik 3,06% ke level USD63,05 per barel.

Baca juga: Harga minyak Dunia Turun Hampir 1% Imbas Konflik Iran-AS

Namun pada hari ini, Kamis (8/1/2020), harga minyak mentah mengalami penurunan di tengah meredanya ketegangan AS-Iran karena Presiden AS Donald Trump tidak membalas serangan Iran. Minyak mentah Brent turun 4,2% ke level USD65,44 per barel dan WTI turun 4,9% menjadi USD9,61 per barel.

Menanggapi pasang-surutnya harga minyak mentah dunia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, jika ke depan harga minyak kembali alami kenaikan maka yang terimbas adalah neraca pembayaran Indonesia. Dirinya berharap harga minyak bisa terjaga turun seperti saat ini.

 Kilang Minyak

"Ini udah reda lagi, jadi mudah-mudahan enggak ada eskalasi (ketegangan AS-Iran), kalau harga minyak naik risikonya dengan neraca pembayaran," katanya ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Meski enggan merinci, namun Arifin memastikan pemerintah sudah langkah-langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia ke depannya. Di sisi lain, dia juga meminta masyarakat untuk bisa mendukung pemerintah dengan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Jadi minta juga semua masyarakat untuk bisa mendukung pemerintah, meningkatkan efisiensi kegiatannya masing-masing. Supaya pemakaian itu bisa dioptimalkan dan juga menyebabkan permintaan yang berlebihan. Penyimpangan juga harus dikurangi, dicegah," paparnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement