Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Naik akibat Ketegangan AS-Iran, KESDM: Kita Sudah Pengalaman

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Kamis, 09 Januari 2020 |15:54 WIB
Harga Minyak Naik akibat Ketegangan AS-Iran, KESDM: Kita Sudah Pengalaman
Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menambahkan, Indonesia sudah cukup berpengalaman dalam menghadapi harga minyak dunia yang bergerak fluktuatif. Sehingga, pemerintah sudah memiliki langkah-langkah antisipatif untuk menghadapinya.

"Indonesia sudah punya pengalaman harga minyak di atas USD100 per barel dan juga di bawah USD40 per barel. Jadi, kita sudah punya pengalaman kalau nanti harga minyaknya tinggi," ujarnya di kesempatan yang sama.

Kilang Minyak

Menurutnya, jika pada akhirnya harga minyak mentah dunia melonjak jauh melebihi asumsi yang sebesar USD63 per barel dalam APBN 2020, maka bisa saja dilakukan perubahan APBN (APBN-P). Dia bilang, hal itu pernah dilakukan Indonesia sebelumnya.

Namun opsi itu dinilai masih jauh, mengingat evaluasi terkait asumsi makro dilakukan pada bulan ketiga atau keenam dari pelaksanaan APBN. Sehingga perlu melihat perkembangan global kedepan untuk memastikan pergerakkan harga minyak mentah dunia.

"Misalnya, apakah ada APBN-P di 2020, kita belum tahu ini. Kalau misalnya tetap stabil, enggak ada masalah. Kalau nanti enam bulan pertama, harga minyak lebih tinggi, mungkin kita bisa bicara lagi dengan parlemen apakah bisa mengubah asumsi dan dengan Kementerian Keuangan. Jadi kita lihat saja nanti," jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement