nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkeu Belum Berencana Suntik Modal ke Jiwasraya

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 21:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 10 320 2151624 kemenkeu-belum-berencana-suntik-modal-ke-jiwasraya-vcIBWtdgwE.jpg Kemenkeu Belum Berencana Suntik Modal Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan belum ada rencana untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN) bagi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Baca Juga: Soal Jiwasraya, Erick Thohir: Kita Tak Mau Lempar-lemparan

Seperti diketahui, Jiwasraya saat ini membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120%.

"(Jiwasraya), kita belum bicarakan apakah perlu penambahan modal dari APBN atau tidak," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata di Gedung DJKN, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga: Kasus Jiwasraya, BEI Sudah Penuhi Panggilan Kejagung dan BPK

Dia juga menjelaskan, Menteri BUMN Erick Thohir saat ini sedang mengupayakan untuk menyelamatkan Jiwasraya. Di mana langkah-langkah yang diupayakan oleh Kementerian BUMN untuk Jiwasraya yakni mengutamakan business to business (B2B).

"Jadi bagaimana selesaikan setiap permasalahan itu B2B dan juga mencari cara-cara yang dibenarkan oleh regulator. Dalam hal ini OJK untuk istilahnya, mempertahankan kesinambungan dari polis," ungkap dia.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Dia juga menambahkan, apabila penyelamatan industri asuransi berbeda dengan bagaimana menyelamatkan perusahaan perbankan.

"Kasus industri asuransi, seharusnya upaya penyehatan dilakukan dengan mempertahankan agar polis bisa dijalankan," pungkas dia.

Jiwasraya diketahui melakukan investasi pada sebagian besar aset berisiko tinggi (high risk) untuk mengejar keuntungan yang tinggi (high return). Umumnya dana investasi ditaruh pada saham berkinerja buruk dan pada reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

BPK mencatat ada indikasi kerugian negara sebesar Rp10,4 triliun dari investasi buruk yang dilakukan Jiwasraya. Terdiri kerugian akibat investasi di saham gorengan sebesar Rp4 triliun dan reksa dana berkualitas rendah sebesar Rp6,4 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini