nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Jiwasraya, BEI Sudah Penuhi Panggilan Kejagung dan BPK

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 10 278 2151493 kasus-jiwasraya-bei-sudah-penuhi-panggilan-kejagung-dan-bpk-i1yb6FF7Yq.jpeg BEI Beri Keterangan soal Kasus Jiwasraya (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan telah memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal ini sekaligus upaya BEI mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.

"Sudah penuhi panggilan. Koordinasi sudah dilakukan pada minggu ini dan di minggu depan masih akan berlanjut," ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manullang di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Tersangka Jiwasraya Bakal Diungkap 2 Bulan Lagi

Dia menyatakan, BEI koperatif dalam memberikan keterangan kepada pihak Kejagung dan BPK. Menurutnya, otoritas bursa memfasilitasi pemeriksaan dengan membuka akses data transaksi jual-beli saham yang dilakukan oleh Jiwasraya.

"Kita tunggu saja dari penegak hukum, kami sebagai BEI mendukung upaya untuk penuntasan kasus Jiwasraya," ujarnya.

asuransi

Sebelumnya, Ketua BPK Agung Firman Sampurna memastikan bakal membantu aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan tindakan pidana terkait kasus gagal bayar yang terjadi di Jiwasraya. Menurutnya, semua pihak yang terlibat dalam kasus ini akan diperiksa, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kementerian BUMN.

"Semua (pemeriksaan) itu sedang kami lakukan, Jiwasraya-nya, BEI, OJK, dan Kementerian BUMN. Tapi jangan langsung ditanya hasilnya, ini kan baru pendahuluan, baru di tingkat korporasi," katanya dalam konferensi pers di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Seperti diketahui, Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas hingga menyebabkan terjadinya gagal bayar. Lantaran, perseroan melakukan investasi pada sebagian besar aset berisiko tinggi (high risk) untuk mengejar keuntungan yang tinggi (high return) dari hasil penjualan produk JS Saving Plan.

asuransi

Umumnya dana investasi ditaruh pada saham berkinerja buruk dan pada reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. BPK mencatat ada indikasi kerugian negara sebesar Rp10,4 triliun dari investasi buruk yang dilakukan Jiwasraya. Terdiri kerugian akibat investasi di saham gorengan sebesar Rp4 triliun dan reksa dana berkualitas rendah sebesar Rp6,4 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini