Indonesia Masih Butuh Impor Garam Industri? Begini Jawaban Menperin

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 13 320 2152336 indonesia-masih-butuh-impor-garam-industri-begini-jawaban-menperin-LJLxlztuJ0.jpg Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Indonesia masih membutuhkan impor garam industri. Pasalnya, kualitas produksi garam dalam negeri dinilai belum bisa memenuhi kebutuhan industri.

Menurutnya, industri membutuhkan garam berkualitas tinggi dengan kandungan NaCL miminal 98% hingga 99%. Sayangnya, kebutuhan itu belum bisa dipenuhi dalam negeri sehingga perlu dilakukan impor.

Baca juga: Tekan Defisit, Presiden Jokowi Pangkas Impor Energi dan Bahan Baku

"Selama ada kebutuhan pasokan garam untuk industri yang mempunyai requirement tinggi untuk produk-produknya, mau tidak mau terpaksa kita harus impor. Karena kita tidak boleh mematikan industri itu sendiri hanya karena tidak mempunyai bahan baku," kata dia ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Meski demikian, Agus memastikan, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mendorong peningkatan kualitas produksi garam di Tanah Air. Sehingga diharapkan ke depannya impor garam industri bisa berkurang secara bertahap.

gumiwang

Dia bilang, pemerintah sedang mengkaji dengan lahan seluas 100 hektare (ha) diperkirakan bisa menghasilkan garam dengan kualitas kandungan NaCL mencapai 98% hingga 99%. Diharapkan, ke depan garam dengan kualitas tinggi bisa semakin besar produksinya sehingga bisa memenuhi keseluruhan kebutuhan industri.

Baca Juga: Jokowi Prediksi Indonesia Tak Lagi Impor Bahan Petrokimia dalam 4 Tahun

"Sehingga nanti bisa diserap industri dalam negeri, maka nanti tidak perlu lagi impor. Jadi memang ada kesadaran atau political will dari kami agar nanti impor garam semakin lama semakin berkurang," ujar dia.

Sekedar diketahui, pemenuhan kebutuhan garam industri Indonesia memang masih bergantung pada impor. Seperti pada tahun 2019, pemerintah memberikan kuota impor garam industri sebanyak 2,7 juta ton.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini