nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Defisit USD3,2 Miliar, Menko Luhut: Mengecil

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 21:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 15 320 2153431 neraca-dagang-defisit-usd3-2-miliar-menko-luhut-mengecil-3Um8CccMeK.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menilai, kinerja neraca dagang Indonesia sebesar USD USD3,20 miliar sepanjang 2019 terbilang cukup baik. Lantaran, realisasi defisit mengecil bila dibandingkan dengan 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat posisi defisit di 2019, jauh lebih rendah dari tahun sebelumny sebesar USD8,60 miliar.

"Jadi kan (defisitnya) mengecil di tahun lalu," kata Luhut ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020). 

Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Sektor Migas Tembus USD971,3 Juta pada Desember 2019

Menurutnya, penurunan defisit tak lepas dari upaya pemerintah untuk menekan impor dan menggenjot ekspor. Salah satunya, melalui kebijakan mandatori B20 yakni pencampuran solar dengan 20% biodesel sejak September 2018.

Hal ini dinilai mampu menekan impor bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini terus menyumbang defisit dalam neraca dagang Indonesia. " Jadi ini sekarang lagi dijalani semua. Karena impor kan jadi berkurang karena B20," imbuhnya.

Baca Juga: Neraca Dagang Indonesia Defisit USD3,2 Miliar Sepanjang 2019

Kini pemerintah tengah menerapkan kebijakan mandatori B30 sejak Januari 2020, yang diperkirakan bakal semakin menekan impor BBM. "Sekarang kan ada B30, ke depan nanti ada B40, B50, dan seterusnya," kata Luhut.

Sekedar diketahui, sepanjang 2019 neraca perdagangan sektor migas memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasinya tercatat sebesar USD9,34 miliar, mengecil dari defisit migas di 2018 yang mencapai USD12,69 miliar.

Defisit migas ini terdiri dari minyak mentah yang mengalami defisit sebesar USD4 miliar di tahun lalu, begitu pula dengan hasil minyak yang defisit USD11,73 miliar. Sedangkan untuk gas tercatat mengalami surplus sebesar USD6,39 miliar.

Secara rinci, laju ekspor migas di sepanjang tahun 2019 mencapai USD12,53 miliar, sedangkan laju impor mencapai sebesar USD21,88 miliar.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini