nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Turun Usai AS-China Teken Perjanjian Dagang

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 08:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 320 2153518 harga-minyak-dunia-turun-usai-as-china-teken-perjanjian-dagang-wvvaQIDDA7.jpg Kilang Minyak (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia turun sedikit pada penutupan perdagangan Rabu (kamis pagi). Penurunan ini imbas imbas dari kesepakatan perdagangan fase 1 antara Amerika Serikat dengan China.

Mengutip dari halaman Reuters, Kamis (16/1/2020), harga minyak mentah berjangka Brent tercatat turun 49 sen atau 0,8% menjadi USD64 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 42 sen atau 0,7% menjadi USD57,81 per barel.

Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Turun 1%

"Dorongan bullish yang kami perkirakan dari laporan EIA mingguan hari ini gagal berkembang dan sebagai hasilnya, kompleks muncul menuju level yang lebih rendah daripada yang kami perkirakan meskipun pemulihan sesi akhir," kata Presiden perusahaan penasihat perdagangan Ritterbusch dan Rekanan Jim Ritterbusch,.

Sebelumnya, harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan besar dalam bensin dan mendistilasi persediaan dan rekor produksi minyak mentah.

Kilang Minyak

Stok bensin AS pekan lalu naik ke level tertinggi sejak Februari, sementara persediaan sulingan melonjak ke level tertinggi sejak September 2017, menurut Administrasi Informasi Energi AS (EIA).

"Saya pikir mereka dapat melihat melampaui bensin dan hasil penyulingan, menyadari bahwa itu mungkin akan bekerja sendiri dalam beberapa minggu ke depan," kata Flynn.

Laporan EIA juga menunjukkan produksi minyak mentah untuk pekan yang berakhir 10 Januari naik menjadi 13 juta barel per hari (bpd) dan penarikan persediaan minyak mentah jauh lebih besar dari perkiraan.

Baca Juga: Dibayangi Konflik Iran-AS, Harga Minyak Mentah Turun

Sebagai informasi, di bawah perjanjian perdagangan Fase 1, China akan membeli USD18,5 miliar lebih banyak dalam produk-produk energi A.S. di tahun pertama dan USD33,9 miliar di tahun kedua.

Namun, para pedagang komoditas dan analis tetap berhati-hati untuk memetakan bagaimana Cina akan mencapai jumlah yang menakjubkan yang berkomitmen untuk dibeli dari Amerika Serikat.

Trump mengatakan ia akan menghapus semua tarif AS pada impor China segera setelah kedua negara menyelesaikan Fase 2 dari perjanjian perdagangan mereka, menambahkan ia tidak berharap akan ada pakta Fase 3.

Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago, mengatakan harga memangkas kerugian awal pada

"Optimisme seputar kesepakatan perdagangan AS-China dan harapan bahwa permintaan minyak akan terus menjadi solid," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini