JAKARTA - Indonesia saat ini tengah membuat drone atau pesawat udara nir awak (PUNA) bernama elang hitam.
Nantinya pesawat ini akan difungsikan sebagai alat penjaga kedaulatan mellui pemantauan udara. Drone ini merupakan produksi konsorsium Kementrian Pertahanan, TNI AU, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), PTDI (PT Digantara Indonesia), PT Len, dan ITB.
"Pesawat udara nir awak ini mampu terbang selama 24 jam dan difungsikan sebagai penjaga kedaulatan NKRI melalui udara," tulis akun instagram resmi Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia @kementerianristekbrin, Jumat (17/1/2020).
Indonesia sendiri membutuhkan drone sebanyak 33 unit di 11 pangkalan, dan 3 unit pangkalan (operasional stand by, perawatan). Peswat ini memiliki bentang sayap sepanjang 16 m dengan dimensi panjang badannya mencapai 8,3 m.
