nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rolls-Royce Perkirakan Ada 37.000 Pesawat Komersial Baru Pada 2040

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 22:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 18 320 2154905 rolls-royce-perkirakan-ada-37-000-pesawat-komersial-baru-pada-2040-YtSqeFFyrz.jpg Pesawat (Foto: Reuters)

JAKARTA - Rolls-Royce memperkirakan sebanyak 37.000 pesawat komersial baru akan dibutuhkan selama 20 tahun ke depan atau pada 2040.

"Kami sudah lama membuatnya, namun tantangannya adalah memisahkan perkembangan emisi dari perjalanan udara yang berkembang pesat," kata Direktur program Rolls-Royce Alan Newby, seperti yang dikutip BBC Indonesia, Sabtu (18/1/2020)

Mesin baru ini juga akan menggabungkan gearbox, yang akan mendorong kipas sehingga menghasilkan mesin yang lebih efisien.

Inovasi ini sudah digunakan pada mesin yang lebih kecil dari Pratt & Whitney Engine yang berbasis di AS, PW1000G.

Meski Rolls-Royce dan industri dirgantara lainnya tengah mengerjakan sistem propulsi listrik dan hibrid untuk pesawat terbang, utamanya pesawat jarak jauh, di mana saat ini mesin jet masih merupakan satu-satunya pilihan.

Mengingat teknologi ini sudah ada sejak Perang Dunia Kedua, seberapa efisien yang dapat dikeluarkan dari mesin jet?

Cukup banyak, menurut Profesor Pericles Pilidis, kepala departemen tenaga dan propulsi di Pusat Teknik Propulsi Universitas Cranfield.

Departemennya bekerja sama dengan beberapa proyek penelitian dengan perusahaan luar angkasa termasuk Airbus dan Rolls-Royce. 

"Saya harap ada kemajuan," katanya. Bahan-bahan yang lebih baik, dengan bentuk lebih efisien, dan bahan pelapis yang lebih baik, semuanya bisa berkontribusi untuk membuat mesin lebih ringan dan lebih kuat.

Dia juga menggarisbawahi bahwa dengan mesin yang lebih ringan struktur pesawat pun bisa lebih enteng karena bobotnya tidak terlalu berat.

Perubahan semacam itu kemungkinan belum banyak dikenal, tetapi dalam bisnis penerbangan perubahan tersebut dapat membuat perbedaan besar.

"Perubahan evolusioner, kedengarannya tidak mengesankan - 10% di sini 12% di sana. Tetapi dalam bisnis penerbangan dengan margin yang sangat tipis, itulah perbedaan antara hidup dan mati," kata Richard Aboulafia, wakil presiden analisis di Teal Group.

(Baca Juga: Maskapai Minta Impor Onderdil Pesawat Dipermudah)

(kmj)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini