nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seperti B30, Kini PLTU Uji Coba Campuran Palet Kayu

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 16:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 19 320 2155078 seperti-b30-kini-pltu-uji-coba-campuran-palet-kayu-lJkWo5oe1s.jpg PLTU Indramayu. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)

JAKARTA - Pengembangan energi bersih dan ramah lingkungan terus digalakkan. Selain Energi Baru Terbarukan (EBT) dan program biodiesel 20%-30%, kini ada pencampuran palet kayu (wood pallet) untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pencampuran palet kayu dengan batu bara sebagai sumber energi listrik saat ini tengah diuji coba di beberapa PLTU milik PT PLN (Persero), seperti PLTU Paiton dan PLTU Indramayu.

Baca Juga: PLN-Masdar Teken Kontrak Jual Beli Listrik PLTS Terapung Cirata

PLTU Indramayu memiliki kapasitas 3x330 megawatt (mw) yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). PLTU Indramayu terletak di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Kami sekarang uji coba pencampuran palet kayu (wood pallet) di pembangkit kami. Kemarin kami coba mencampurkan 5% palet kayu dan hasilnya cukup memuaskan," kata Direktur Operasi II PJB Miftahul Jannah dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Baca Juga: Pecahkan Rekor ASEAN, UEA Bakal Investasi Rp1,8 Triliun di PLTS Terapung Cirata

Sementara itu, General Manager UBJOM Indramayu Ubaedi Susanto menjelaskan bahwa setiap hari PLTU Indramayu rata-rata membutuhkan 4.000 ton batu bara per unit, sehingga total jika 3 unit beroperasi kebutuhan mencapai 12.000 ton atau 3,7 juta ton batu bara per tahun. Pasokan batu bara untuk PLTU Indramayu dari Kalimantan Tengah dan Sumatera.

Dengan pemanfaatan palet kayu diharapkan dapat menurunkan penggunaan batu bara. Pencampuran palet kayu baru dilakukan di PLTU Paiton dan PLTU Indramayu, nantinya akan diuji coba juga di beberapa PLTU lainnya.

"Ini bisa kurangi konsumsi batu bara. Sementara baru 5%, batu bara 95%," katanya.

Dengan pencampuran 5% palet kayu, maka dapat mengurangi konsumsi batu bara di PLTU Indramayu mencapai 500 ton. Pasokan palet kayu berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya. Dengan memakai palet kayu, maka juga bisa meningkatkan penjualan UMKM. Namun, masih tingginya harga palet kayu menjadi permasalahan pencampuran ke batu bara.

"Harga palet kayu Rp1.300 per kilogram (kg) tapi batu bara Rp800," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya menyakini harga palet kayu bisa lebih murah, sehingga tujuan energi bersih dan ramah lingkungan dapat terwujud. Sasaran inovasi penggunaan palet kayu ini tidak hanya untuk menghemat biaya pokok penyediaan, tetapi juga menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini