nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Jumlah Turis, Presiden Harapkan Ini pada Labuan Bajo

Irene, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155502 bukan-jumlah-turis-presiden-harapkan-ini-pada-labuan-bajo-4wpWXu1nYO.jpeg Presiden Jokowi Memimpin Ratas soal Destinasi Wisata Labuan Bajo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat langsung persiapan Labuan Bajo yang akan dijadikan kawasan wisata super premium. Selain jumlah turis, Jokowi ingin lebih banyak wisatawan yang menetap dan menghabiskan uang lebih banyak selama di Labuan Bajo.

Presiden menjelaskan bahwa maksud Labuan Bajo sebagai destinasi premium adalah adanya diferensiasi dengan tempat-tempat yang lain.

Baca Juga: Instruksi Presiden Jokowi, Labuan Bajo untuk Perhelatan G-20 dan ASEAN Summit

“Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, stay-nya lebih, tinggalnya lebih lama. Kita harapkan itu. Jadi artinya bukan jumlah turisnya tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” ujar Jokow, dilansir dari Setkab, Senin (20/1/2020).

Baca Juga: Jadi Destinasi Super Premium, Jokowi Percantik 5 Zonasi Labuan Bajo

Pada kesempatan itu, Presiden juga berharap nanti awal tahun ini bandara terminalnya diperlebar dan diperbaiki serta runway-nya juga diperpanjang. “Saya kira nanti akan, ini akhir tahun nanti itu semuanya selesai insyaallah, tinggal masuk ke promosi. Artinya step-step itu kita lakukan, memperbaiki produk secara total kemudian nanti baru masuk ke promosi,” ujar Presiden.

Mengenai air bersih, Presiden menyampaikan akan ditambah 100 mililiter per detik dan sedang disiapkan juga oleh Kementerian PUR. “Ini semuanya dilihat secara detail. Kita ke sini melihat secara detail lagi, termasuk landscaping. Nanti lanskap di Pulau maupun lanskap yang ada di daratan di sini semuanya akan ditanami flamboyan, tabebuya, dan bougenvil,” tambah Presiden.

Untuk mengatasi masalah kawasan yang gundul, Presiden mengaku telah memerintahkan Menteri Kehutanan untuk membuat nursery di sini, yang bisa memproduksi 5 juta sampai 7 juta bibit pohon.

“Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah, saya tadi sudah detail sekali. Saya kira sudah, pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sekali sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup,” pungkas Presiden di akhir wawancara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini