nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayar Polis Nasabah Jiwasraya, Dananya dari Mana?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 16:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155579 bayar-polis-nasabah-jiwasraya-dananya-dari-mana-tGt8r5fjVX.jpg Jiwasraya Akan Lakukan Restrukturisasi. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Skandal kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan negara Rp13,7 triliun harus segera diselesaikan. Langkah pertama yang harus segera diselesaikan adalah pengembalian dana nasabah.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, dalam penyelesaian kasus Jiwasraya pemerintah terlebih dahulu harus menyelesaikan kasus gagal bayar polis nasabahnya dibandingkan melakukan restrukturisasi atau menyelesaikan kasus hukum.

Baca Juga: Cerita Nasabah, Percaya Jiwasraya Karena Punya Pemerintah

Oleh karena itu, pemerintah perlu berfikir keras untuk mencari uang menutupi utang gagal bayar polis nasabah Jiwasraya.

Menurut Irvan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membayarkan polis yang tertunda tersebut. Misalnya, menjual aset perusahaan miliki negara sehingga mendapatkan uang.

"Kembalikan dulu dana nasabah. Cari uang yang penting. Jual aset kalau perlu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (20/1/2020).

Baca Juga: Kasus Jiwasraya Bikin Heru Hidayat Dibui, Bagaimana Nasib Trada Alam Minera?

Namun opsi ini tidak serta merta menyelesaikan masalah Jiwasraya. Pasalnya, jika hanya aset yang dijual, harganya akan jatuh, apalagi setelah perusahaan asuransi plat merah ini tersandung korupsi.

"Jual aset masih jauh dari cukup. Jual miring kena UU Korupsi merugikan negara," ucapnya.

Oleh karena itu, ada opsi lain yang bisa dipakai perseroan dan juga pemerintah untuk menyelesaikan kasus gagal bayar ini. Misalnya dengan pemotongan pengembalian dana nasabah sebesar 20% hingga 30%.

"Saya usul ada haircut (dipotong) katakanlah 20%-30%. Tapi nasabah enggak mau karena sudah berkorban mau terima bunga rendah 6% waktu obligasi RI tawarkan 8%," jelasnya.

Setelah itu, barulah pemerintah memperbaiki keuangan perusahaan dengan melakukan restrukturisasi. Proses restrukturisasi dilakukan dengan cara melakukan penggabungan perusahaan asuransi plat merah demi mendapatkan cashflow dan juga meningkatkan aset.

Sebelumnya, nasabah Asuransi Jiwasraya menolak jika pembayaran polis dilakukan dengan cara nyicil atau pembayaran bertahap. Karena banyak sekali nasabah yang dirugikan akibat gagal bayar ini.

"Kita mana mau terima kalo kondisi seperti itu. Ada yang harus mem-PHK karyawan ada. Yang harus pinjam duit beban bunga lebih tinggi dari Jiwasraya itu ada. Rumah tangga yang cerai berantakan ada," ucap Koordinator Forum Komunikasi Nasabah Jiwasraya Rudyantho.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini