Kantor Cabang Luar Negeri BNI Kantongi Laba Rp1,1 Triliun di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 278 2156841 kantor-cabang-luar-negeri-bni-kantongi-laba-rp1-1-triliun-di-2019-kozFfJTUO0.jpeg Konferensi Pers Laporan Keuangan BNI (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyebut kinerja keuangan perseroan turut disokong oleh 8 kantor cabang di luar negeri. Direktur Keuangan BNI Ario Bimo menyatakan, penyaluran kredit atau pelayanan digital di luar negeri memberikan kontribusi pada pendapatan perseroan.

"Kantor cabang luar negeri mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp1,1 triliun pada akhir tahun 2019," ujar Direktur Keuangan BNI Ario Bimo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: BNI Himpun DPK Rp614,31 Triliun di 2019, Hanya Tumbuh 6,1%

Kantor cabang luar negeri BNI tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp42,39 triliun hingga akhir tahun 2019, tumbuh 9,9% dari penyaluran kredit di 2018 yang sebesar Rp38,59 triliun. Kredit tersebut ditopang pendanaan yang bersumber dari non conventional funding sebesar Rp21,69 triliun atau tumbuh 35,1% dari tahun 2018 yang mencapai Rp16,06 triliun.

"Sumber pendanaan lain dari CASA (DPK berbiaya murah) sebesar Rp5,21 triliun pada tahun 2019 atau tumbuh 2,8% dari tahun 2018 sebesar Rp5,07 triliun," kata dia.

Kinerja penyaluran kredit dari cabang luar negeri tersebut pun menghasilkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp3,36 triliun atau tumbuh 20,5% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp2,79 triliun.

Baca Juga: Laba Bersih BNI Naik 2,5% Jadi Rp15,3 Triliun di 2019

Selain itu, dari sisi pendapatan non bunga (fee based income/FBI) kantor cabang luar negeri menyumbang 499,74 miliar, naik 105,3% dari tahun 2018 yang sebesar Rp243,67 miliar.

Menurut Ario, bisnis internasional BNI menjadi unsur pembeda utama perseroan dengan bank-bank yang berbasis pada pembiayaan korporat lain di Indonesia. Lantaran, BNI tidak hanya bank korporat yang melayani nasabah lokal, tapi juga nasabah lokal yang beranjak menjadi pebisnis global.

Dari seluruh nasabah korporat BNI, sebanyak 15-25% di antaranya adalah para pebisnis global. Oleh sebab itu, Ario menilai keberadaan kantor BNI cabang luar negeri diperlukan untuk memenuhi kebutuhan transaksi para nasabah BNI yang bermain global.

Selain itu, adanya kantor cabang luar negeri juga dinilai memberikan dampak positif bagi Indonesia karena menjadi sumber devisa baru yakni pajak. Kapabilitas kantor BNI cabang luar negeri juga menyalurkan kredit kepada para eksportir Indonesia, sehingga ada kepastian devisa yang dihasilkan dari perdagangan luar negeri tersebut.

"Maka keberadaan kantor BNI cabang luar negeri adalah to follow the customer and follow the trade,” imbuh dia.

Baca Juga: BNI Incar Pertumbuhan Laba Bersih 17% di 2020

BNI juga mencatat, pertumbuhan compounded annual growth rate (CAGR) aset untuk cabang luar negeri pada periode 2014-2019 mencapai 20,6% per tahun. Pada periode yang sama, kredit yang disalurkan tumbuh CAGR jadi 30,7% per tahun, dan pertumbuhan CAGR FBI tercatat sebesar 8,6% per tahun.

"Selain itu, sebelum tahun 2014, 80% sumber pendanaan kantor BNI cabang luar negeri masih berasal dari kantor pusat di Jakarta. Pada tahun 2019 tinggal 40%," kata Ario.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini