Penerbangan ke Eropa Rugi, Garuda Harus Kaji Ulang

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 320 2156737 penerbangan-ke-eropa-rugi-garuda-harus-kaji-ulang-0cFpAt9yUe.jpg Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menanggapi penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, Ombudsman melihat prospek penerbangan Garuda ke Eropa masih kurang. Oleh karena itu, pengkajian ulang penerbangan internasional harus dilakukan.

“Mengenai penerbangan ke Eropa selama ini rugi. Ini yang harus dikaji ulang, apakah positioning dan Products concept ini sudah tepat atau belum. Harganya sudah tepat atau belum,” komentar Anggota Ombudsman Alvin Lie Ling Piao, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: PR Berat Irfan Setiaputra-Triawan Munaf Jadi Bos Baru Garuda

Dia juga mencontohkan upaya Ari Askhara dalam membuka penerbangan Garuda dari Amsterdam ke Bali. “Itu sesuatu yang patut digali lebih lanjut,” katanya.

Alvin menyatakan setiap negara memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Untuk keperluan tourism, tidaklah harus mendarat di Jakarta. “Tapi untuk bisnis, memang harus turun di Jakarta,” tandasnya.

Oleh karena itu, Pekerjaan Rumah (PR) untuk direksi Garuda yang baru adalah memperbaiki atau merancang rute-rutenya dan jenis pesawat yang dipakai supaya lebih profitable.

Baca Juga: Irfan Setiaputra Dirut Garuda Indonesia, Triawan Munaf Komut

Salah satu anggota Ombudsman itu juga menyoroti soal harga tiket yang mahal. “Sekarang ini Garuda, terutama penerbangan internasional, ini (harganya) premium, sekelas dengan Singapore Airlanes. Apakah pasar itu lebih menarik atau lebih tertarik dengan harga yang di bawah? Pelayanan yang sedikit di bawah juga itu PR juga untuk direksi selanjutnya,” papar Alvin.

Sebelumnya, Alvin juga mengharapkan Garuda tidak hanya menjadi jagoan di dalam negeri. Artinya, Garuda harus memperkuat rute internasionalnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini