nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Kota Baru Bakal Buat Sektor Properti Kian Bergairah

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 19:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 470 2156791 ibu-kota-baru-bakal-buat-sektor-properti-kian-bergairah-MgKQVxKI0Q.jpg Sektor Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bisnis sektor properti di Indonesia pada tahun ini diperkirakan akan membaik. Ini dapat dilihat dari penjualan properti di Tanah Air, terutama di Jakarta telah meningkat pada 2019.

Kepala Riset dan Konsultan Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi yang menguat pada 2019, sehingga menyebabkan pasar properti masih sangat diminati. Seperti yang diketahui, pertumbuhan ekonomi negara pada 2019 diperkirakan meningkat 5%.

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Harga Tanah di Jakarta Tetap Selangit

Menurut Anton, di Indonesia masih banyak memerlukan pembangunan properti. Apalagi saat ini sedang melakukan pembangunan besar-besaran untuk ibu kota baru yang terletak di Kalimatan Timur, pasti banyak developer properti yang membangun gedung atau hunian di sana.

Sejak ibu kota baru diumumkan, beberapa investor asing menanamkan sahamnya untuk pembangunan ibu kota baru. Ibu kota baru mendatangkan hal yang positif untuk sektor properti.

“Seperti belakangan ini, pemindahan ibu kota baru di Kalimantan Timur memberikan angin segar bagi sektor properti. Sejumlah investor asing mulai menanamkan sahamnya untuk pembangunan ini. Mereka melihat prospek yang baik pada ibu kota baru,” ujar Anton di kantor Savills Indonesia, Jakarta pada Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: Ibu Kota Pindah Buat Properti di Kaltim dari Lesu Jadi Moncer

Di lain pihak, aaat ini harga beli atau biaya sewa masih mengalami tekanan. Hal ini dikarenakan banyaknya properti yang dibuat. Namun di sisi lain, ini membuat pembeli ataupun penyewa berpotensi membuat kesepakatan harga yang bagus.

Anton menuturkan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti karena harga properti mengalami penurunan. Dia melihat banyak orang Indonesia yang masih menunda untuk membeli properti karena ingin membeli properti mencapai harga terendah.

Menurutnya, harga properti menurun bukan karena banjir. Hal ini dikarenakan penjual banyak yang menurunkan harga properti yang dijualnya. Selain itu saat ini banyak dijual properti, sehingga penjual menarik pembeli dengan bersaing di harga jual.

"Harga properti turun bukan karena banjir yang akhir-akhir ini terjadi di sini, tetapi karena banyak opsinya. Sehingga developer bersaing satu sama lain dengan menjual properti dengan menurunkan harganya," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini