Bangun Rumah? Ini Lokasi Tepat ala Feng Shui vs Arsitek

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 470 2157143 bangun-rumah-ini-lokasi-tepat-ala-feng-shui-vs-arsitek-1bccx9j3ik.jpg Ilustrasi Pembangunan Rumah (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA – Hitung-hitungan membangun rumah tentu tidak boleh salah. Selain berbicara anggaran hal lain yang menjadi pertimbangan biasanya faktor ilmiah posisi rumah hingga faktor hoki dari sudut pandang feng shui.

Dari sudut pandang feng shui, terdapat beberapa lokasi membangun perumahan yang dihindari. Misalnya membangun bangunan di atas bukit, menurut feng shui hal ini bisa membawa penyakit dan nasib buruk pada penghuninya. Kemudian akan sulit menemukan jalan keluar dan akan selalu menghadapi kesulitan.

Baca Juga: Lahan Rumah Sempit, Simak Kiat Tetap Nyaman Ditinggali

Sedangkan pada pandangan arsitektur, membangun rumah di atas bukit ini mempersulit perjalanan apalagi infrastruktur jalan kurang memadai. Biaya pembangunan relatif lebih mahal dan sulit bersosialisasi dengan tetangga karena jauh.

Ada juga lokasi tusuk sate yang terletak di persimpangan jalan atau ‘T’ dengan posisi rumah tepat di ujung persimpangan. Menurut pandangan feng shui, seperti dikutip buku “Rumah Hoki Menurut Pandangan Feng Shui dan Arsitektur” karya H.S. Wong dan Gideon Slamet, lokasi ini patut dihindari karena dipercaya akan mendatangkan banyak masalah yang timbul pada keluarga yang menempati rumah di lokasi tersebut. Jika terdapat rumah pada lokasi ‘T’, diyakini tidak membawa hoki dan penghuninya akan terserang penyakit.

Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Ini Cara Atasi Kebocoran di Dinding Rumah Kamu

Lain halnya dengan pandangan arsitektur, lokasi tusuk sate memiliki beberapa kekurangan seperti bising, sulit parkir, polusi, dan sering terkena sorot lampu.

Kemudian, sudut bangunan tajam yang mengarah ke lokasi bangunan juga dianggap tidak hoki dalam pandangan feng shui. Sudut pandang Feng shui menilai jika sudut tajam bangunan lain yang mengarah ke lokasi harus dihindari karena tampak seperti mata pisau atau pedang yang menusuk lokasi. Selain itu dipercaya akan mengakibatkan kemalangan dan membawa qi maut ke lokasi.

Feng shui juga melihat jika membuka usaha dilahan seperti ini tidak akan berhasil. Namun pandangan arsitektur tidak menemukan pemikiran logis mengenai ancaman kerugian jika membuka usaha di depan bangunan tajam. Arsitektur juga menilai, membangun bangunan di sudut bangunan tajam sulit dihindari pada area persimpangan.

Terakhir ialah lokasi yang subur menjadi saran tempat membangun rumah paling subur. Menurut feng shui, tanah subur memiliki “naga hijau” dan “macan putih” yang akan memberikan kekayaan berlimpah, kesehatan, dan umut panjang bagi penghuni. Tanah subur juga dapat meningkatkan penghasilan penguni rumah jika bercocok tanam.

Sama halnya dengan pandangan arsitektur. Arsitektur melihat jika membangun lokasi di tanah subuh pasti memiliki kandungan air yang cukup sehingga memiliki daya dukung tanah yang baik.

Walau demikian, tanah subur belum tentu bisa langsung ditempati. Harus mencermati faktor daya dukung tanah, jumlah kadar air dalam tanah, kekerasan tanah, dan jenis tanah sehingga dapat ditentukan bentuk bangunan yang tepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini