Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp907,5 Triliun Sepanjang 2019

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Jum'at, 24 Januari 2020 |15:15 WIB
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp907,5 Triliun Sepanjang 2019
Bank Mandiri (Foto: Okezone.com/Yohana)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyalurkan kredit sebesar Rp907,5 triliun di sepanjang 2019. Angka itu tumbuh 10,7% secara tahunan (yoy) dari tahun 2018 yang sebesar Rp820,1 triliun.

Meski demikian, secara persentase penyaluran kredit Mandiri mengalami perlambatan. Pada tahun 2018, perusahaan pelat merah itu mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12,4% yoy dari realisasi penyaluran kredit sebesar Rp729,5 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan, dari penyaluran kredit hingga akhir tahun lalu, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan bunga bersih pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp59,4 triliun. Realisasi ini naik 8,8% yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2019

"Dalam penyaluran kredit, kami berpatokan pada kajian sektor guideline dan assessment karakter perusahaan yang ketat, untuk memastikan pemenuhan kewajiban oleh calon debitur," ujarnya dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun 42 bps menjadi 2,33% dibandingkan Desember 2018. Maka, biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) perseroan turut melandai sebesar -14,9% yoy menjadi Rp12,1 triliun.

Royke menjelaskan, penyaluran kredit di 2019 ditopang segmen utama korporasi. Kredit segmen korporasi mencapai Rp329,8 triliun atau tumbuh 7,69% yoy dari periode sama tahun lalu sebesar Rp306,2 triliun.

Baca juga: Fakta Menarik Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri, Nomor 5 Paling Dinanti

Sementara untuk segmen konsumer, tercatat mencapai Rp94,3 triliun atau tumbuh 7,92% yoy secara tahunan dari Rp87,4 triliun di 2018. Pertumbuhan pada segmen ini ditopang bisnis kartu kredit 20,1% yoy menjadi Rp13,8 triliun dan kredit kendaraan bermotor (auto loan) yang naik 9,6% yoy menjadi Rp34,6 triliun.

Lalu pada segmen mikro, tercatat mencapai Rp123 triliun atau tumbuh 20,11% yoy dari Rp102,4 triliun di 2018. Serta pada kredit komersial tercatat mencapai Rp151,4 triliun atau tumbuh 8,91% yoy dari Rp139 triliun di tahun sebelumnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement