nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Isu Wabah Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 09:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157545 harga-emas-menguat-tipis-di-tengah-isu-wabah-virus-korona-tD69RbNY6b.jpg Ilustrasi Harga Emas. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas kembali naik pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi). Hal ini karena investor mencari asset-aset yang aman seperti emas, di tengah kekhawatiran pada wabah virus korona.

Mengutip dari halaman Reuters, Jumat (24/1/2020), harga spot emas menguat 0,4% menjadi diperdagangkan di USD1.564,13 per ons. Sementara kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD8,7 atau 0,56% menjadi USD1.565,40 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Kini Dijual Rp772.000/Gram

Pendiri Circle Squared Alternative Investment Jeffrey Siva mengatakan, virus Korona telah mengarahkan masyarakat untuk berinvestasi emas. Sebab, masih banyak potensi gejolak ekonomi yang terpengaruh oleh virus ini.

"Ini menambah tingkat ketidakpastian pada pasar keseluruhan yang memaksa orang untuk mempertimbangkan lebih banyak tempat berlindung yang aman," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah China telah mengisolasi jutaan orang di dua kota. Sebab, hingga saat ini sudah 18 orang meninggal dan 634 orang terinfeksi virus Korona.

Baca Juga: Virus Korona Juga Bikin Harga Emas Global Turun

Ketakutan Coronavirus menyebabkan kejatuhan terbesar di saham China dalam lebih dari delapan bulan, yang pada gilirannya membebani pasar ekuitas global.

Lebih lanjut Amerika Serikat justru memetik manfaat dari daya tarik emas, setelah kejatuhan ke posisi terendah dari Minggu ke Minggu. Imbal hasil obligasi yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas tanpa bunga.

Ahli Strategi Pada Senior di RJO Futures mengatakan. ekuitas sedikit lebih lembut sehingga memicu minat pada logam

"Tetapi tidak adanya risiko geopolitik dalam jangka pendek membuat harga emas tetap terkendali. Pertemuan Bank Sentral Eropa tidak terlalu menggerakkan jarum," jelasnya.

Emas, dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman di saat ketidakpastian politik dan ekonomi. Pada 8 Januari lalu, harga emas naik ke puncak tujuh tahun mendekati USD1.610,90 setelah meningkatnya ketegangan AS-Iran. Dan hingga saat ini, emas masih bertahan di atas USD1.550 untuk sebagian besar sejak itu.

Fokus sekarang akan beralih ke pertemuan pertama Federal Reserve AS tahun yang dijadwalkan 28-29 Januari.Spot gold bias meninjau kembali terendah 21 Januari di USD1.545,96, tampak goyah di sekitar resistance di USD1.564, kata analis teknis Reuters Wang Tao.

Di antara logam mulia lainnya, paladium turun 0,6% menjadi USD2.457,51 per ons, perak turun 0,1% menjadi USD17,80 dan platinum turun 0,7% menjadi USD1,004.83

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini