nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadiri WEF 2020, Menperin Ajak Kembangkan Kompetensi SDM dan Industri 4.0

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 11:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 25 320 2158148 hadiri-wef-2020-menperin-ajak-kembangkan-kompetensi-sdm-dan-industri-4-0-sueIWx4sHC.jpg Menperin Agus Gumiwang (Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak para pemangku kepentingan global yang hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss untuk berkolaborasi membangun daya saing sektor industri manufaktur yang berkelanjutan. Langkah strategis yang perlu dijalankan, antara lain adalah pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan penerapan teknologi industri 4.0.

“Implementasi industri 4.0 hanya dapat direalisasikan dan diperoleh manfaatnya apabila tenaga kerja diberikan kesempatan yang memadai untuk mendapat pelatihan berkelanjutan dan sepenuhnya terlibat dalam proses merancang dan menerapkan teknologi manufaktur yang maju saat ini,” kata Menperin Agus mengutip keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

 Baca juga: Kepala BKPM Yakinkan Prospek Ekonomi Indonesia di WEF 2019

Pada rangkaian kegiatan WEF 2020, salah satu sesi yang dibahas adalah tentang kapabilitas teknologi industri saat ini yang diharapkan bisa mentransformasi world of production, dengan melihat pentingnya keberlanjutan lingkungan dan mendorong munculnya bentuk baru globalisasi.

“Selain itu juga dibahas mengenai berbagai tantangan yang dihadapi industri dan pemerintah untuk mempertahankan daya saing sembari membuka peluang penciptaan nilai-nilai baru yang berkelanjutan secara ekonomis. Oleh karena itu, di forum tersebut, mengidentifikasi terkait peluang-peluang baru untuk menjalin kemitraan,” paparnya.

 Baca juga: Panggung Anak Muda di WEF 2019 Mengubah Dunia

Menperin pun menyampaikan, dengan melakukan perubahan kebijakan serta mengedukasi konsumen dan perusahaan, penggunaan teknologi industri 4.0 diyakini dapat memperbaiki keadaan dunia sekaligus meningkatkan produktivitas industri. “Sebab, teknologi manufaktur yang canggih harus dirancang untuk dapat mendukung proses produksi berkelanjutan atau circular economy,” jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini