Tahun Baru Imlek, Intip Tata Letak Feng Shui Klasik dari Zaman Kaisar

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 25 320 2158207 tahun-baru-imlek-intip-tata-letak-feng-shui-klasik-dari-zaman-kaisar-0ytUi8aAHW.jpg Imlek (Asiaone)

JAKARTA – Dalam feng shui, terdapat banyak formasi atau metode yang digunakan. Metode lama yang dipakai dari zaman kekaisaran di China yaitu formasi naga hijau macan putih.

Metode lama ini menemukan lokasi feng shui yang terbaik dimulai dengan mencari naga. Dalam feng shui, naga adalah simbol berbentuk tanah yang tinggi. Mencari naga berarti mencari bukit dan gunung yang menyerupai atau melambangkan naga hijau. Jika ada naga sejati, maka pasti ada macan putih.

 Baca juga: Imlek 2020, Kecocokan Bisnis versi Feng Shui

Untuk menemukan naga dan macan, seseorang harus mempelajari formasi bukit dan gunung. Dia juga harus menganalisis ketinggian tanah, warna daun, dan kontur lingkungan. Naga tidak ditemukan di dataran rendah tanpa gradasi kontur atau daerah dengan bukit yang curam.

 Imlek

Dalam feng shui, Mengutip buku yang berjudul “Feng Shui" karya Lillian Too, naga biasanya bersembunyi di bukit atau punggung bukit yang tidak curam. Naga tidak ditemukan dalam formasi yang berbukit dan. Kenyataannya, bentuk bukit yang berbeda satu sama lain membuat lokasi feng shui sulit diteliti.

 Baca juga: Imlek 2020, Ada Wangi-Wangi Promosi Jabatan untuk Shio Tikus

Formasi ini meyakini bahwa lokasi feng shui yang sempurna adalah tempat naga hijau di timur berpautan secara seksual dengan macan putih di barat. Di tempat inilah tercipta secara maksimal ch'i kosmis. Ch’i kosmis adalah energi dari alam. Bila seseorang menempati tempat tinggal seperti itu, maka orang akan bernasib baik dan dilimpahi kekayaan selama beberapa generasi.

Sebaliknya, puncak bukit dan daerah yang berbatu dan bukitnya bergantungan harus dihindari. Feng shui meyakini bahwa tempat tersebut merupakan tempat yang tak terlindungi, di mana energi yang buruk berkumpul. Naga biasanya menghindari tempat seperti itu. Hindari juga daerah yang udaranya buruk atau basah dan pengap serta tanah yang berbatu keras karena di sana tak ada naga.

Lillian Too menuliskan bahwa bukit naga terletak di timur, sedangkan bukit macan di bagian barat. Bukit naga juga sedikit lebih tinggi dibandingkan bukit macan. Biasanya di tempat kedua makhluk surga ini berada, keduanya membentuk posisi sedemikian rupa sehingga mirip lengan kursi atau tapal kuda.

Bila ditemukan formasi itu dan tanaman di daerah tersebut hijau dan subur, itu merupakan pertanda keberadaan naga sejati. Naga sejati dapat menguntungkan penghuni tersebut. Selain itu, perlu diperhatikan juga dua arah mata angin lainnya, yaitu utara dan selatan. Keduanya diwakili oleh kura-kura hitam di utara bagian belakang yang menyokong lokasi dan burung hong merah di selatan bagian belakang yang menjadi penunjang kaki kecil. Bila keempat arah mata angin dan hewannya ada, lokasi tersebut sangat baik bagi feng shui.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini