Kenangan Jokowi soal Amburadulnya Manajemen PT PAL 5 Tahun Lalu

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 27 320 2158936 kenangan-jokowi-soal-amburadulnya-manajemen-pt-pal-5-tahun-lalu-VzqfT9CFTV.jpg Presiden Jokowi Ratas di Hanggar Fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan PT PAL Indonesia (Persero) untuk menjaga manajemen di pabriknya. Jangan sampai manajemen yang amburadul di masa lalu kembali terjadi.

Saat mengunjungi pabrik kapal selam PT PAL, Jokowi pun bercertia ketika pertama kali dirinya melihat manajemen pabrik BUMN tersebut. Ketika 2015, dirinya melihat banyak mesin-mesin yang berantakan dan tak terurus.

Baca Juga: Presiden Jokowi Jajal Kapal Selam Buatan PT PAL

“Saat itu juga langsung saya perintah kepada menteri untuk dibenahi kemudian seingat saya dikucurkan juga setelah itu PMN sebesar Rp1,5 triliun,” ujarnya mengutip dari halaman Setkab, Senin (27/1/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebut perubahan dari product driven kepada market driven sangat penting. Apalagi dirinya juga cukup berpengalaman dalam manajemen dan tata kelola perusahaan.

Baca Juga: PT PAL Serahkan Kapal Cepat Rudal ke TNI

“Ini penting sehingga kita bisa memproduksi bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga alat-alat pertahanan, tetapi juga menghasilkan produk untuk menghasilkan produk nonmiliter sampai kepada mendorong agar lebih banyak pesanan, order, dari dalam negeri,” jelasnya

Menurut Jokowi, tata kelola yang baik ini sebagai lanjutan dari program pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) dapat memperkuat industri pertahanan di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keinginan untuk memastikan bahwa program pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) itu betul-betul dapat memperkuat industri pertahanan di negara Indonesia.

“Termasuk di dalamnya adalah reformasi supply chain dan pengembangan industri lokal untuk mengurangi ketergantungan kita kepada barang-barang impor, juga yang berkaitan dengan peningkatan efisiensi, pembenahan manajemen tata kelola, semuanya,” jelasnya.

Apalagi, anggara belanja pertahanan dalam APBN yang mencapai sebesar Rp127 triliun agar bahkan ke industri pertahanan. Oleh karena itu, Jokowi menginginkan agar dalam 15 tahun industri-industri strategis harus memiliki order atau pesanan.

“Sehingga arahnya, tata kelolanya bisa direncanakan, bisa dibangun sebuah rencana panjang yang baik dan investasinya menjadi lebih terarah,” kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini