Sri Mulyani: Setiap Kementerian yang Saya Datangi Minta Anggaran Naik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 20 2160334 sri-mulyani-setiap-kementerian-yang-saya-datangi-minta-anggaran-naik-EdILWuRf14.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dalam setiap kesempatan berkunjung ke kementerian dan lembaga (K/L), banyak di antaranya yang meminta kenaikan anggaran belanja. Padahal setiap tahun anggaran belanja K/L selalu meningkat.

Teranyar, terjadi pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang berada di bawah pimpinan Prabowo Subianto, meminta adanya kenaikan anggaran belanja di tahun 2020. Menurutnya, ke mana pun dirinya pergi tak lepas dari pembahasan anggaran.

Baca Juga: Fakta Realisasi APBN 2019, Sejumlah Target Gagal Tercapai

"Semua kementerian kalau saya datengin minta naik (anggarannya), kemarin Kementerian Pertahanan minta naik," ujar Sri Mulyani di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sri Mulyani menekankan, tak hanya Kementerian Pertahanan, setiap kementerian pasti memiliki kepentingan untuk meningkatkan anggaran di setiap tahun. Oleh sebab itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan instrumen kebijakan fiskal harus bisa responsif dalam memenuhi kebutuhan setiap K/L, namun harus tetap mengedepankan pengelolaan yang kredibel.

Baca Juga: Roadmap Digital Nation di APBN, Seperti Apa?

"Ada pertahanan, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM). Bicara SDM berkaitan dengan Pak Nadiem di Kementerian Pendidikan, semua memiliki case yang semua penting. Jadi APBN harus mendukung ekonomi dan kemajuan sosial dan di waktu yang bersamaan tetap menjaga kesehatan dan stabilitas," jelasnya.

Pada tahun ini, pemerintah menganggarkan belanja negara sebesar Rp2.540,4 triliun. Terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.683,5 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp856,9 triliun.

Sementara untuk penerimaan, pemerintah menargetkan sebesar Rp2.233,2 triliun. Terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.865,7 tirliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp367 triliun, dan hibah sebesar Rp500 miliar.

"Jadi kami coba maksimalkan pengguna APBN 2020. Kami sadar kalau mengelola APBN akan sangat dinamis. Beberapa kementerian/lembaga ada alokasi anggaran yang besar," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini