Benny Tjokro dan Heru Hidayat Janji Bayar Rp10,9 Triliun ke Asabri

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 320 2160197 benny-tjokro-dan-heru-hidayat-janji-bayar-rp10-9-triliun-ke-asabri-ldLa3jzKNV.jpeg Uang Rupiah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Direktur Investasi dan Keuangan Asabri Rony Hanityo Apriyanto mengatakan, alasan mengapa perseroan agresif dalam berinvestasi adalah untuk menutup kekurangan dari beban manfaat polis di masa mendatang. Meskipun jika dihitung dari premi yang diperoleh dalam 10 tahun terakhir, masih bisa sesuai sehingga tidak akan ada defisit

"Asabri dipaksa untuk investasi secara agresif itu karena untuk mengejar angka cadangan Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan (LMPMD) tadi makanya harus investasi yang agresif," ujar Rony.


Meskipun begitu, lanjut Rony, perseroan sebenarnya sudah melakukan investasi ini secara terstruktur. Oleh karena itu, perseroan tetap memperhatikan apa yang sudah diatura dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

"Karena kita asuransi sosial kan kita maunya benar benar investasi terukur," ucapnya.


Menurut Rony, ke depannya, perseroan akan tetap melakukan investasi di Surat Berharga Negara (SBN). Mengingat SBN merupakan salah satu instrumen investasi yang terstruktur dan aman khususnya obligasi pada perusahaan-perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kalau di POJK sendiri mengatur SBN itu 30%. Justru itu konservatif dan saya maunya malah kalau saya mulai dari 0% saya maunya malah minimal 40%," ucapnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini