Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson tengah melakukan peninjauan mengenai biaya tersebut, termasuk apakah kegagalan membayar dapat berujung pada tindakan hukum. Para pemirsa BBC mengatakan, jika pembayaran lisensi opsional dapat membahayakan masa depan penyiaran layanan publik.
Unsworth mengatakan redaksi perlu menghemat 80 juta euro atau USD104 juta atau Rp1,4 triliun pada tahun 2022, karena ada "tekanan di BBC". Sekitar setengah dari target tersebut telah tercapai, tetapi BBC harus menemukan cara baru untuk menghemat lebih banyak uang.
Namun, Persatuan Jurnalis Nasional Inggris menyebut pemotongan beberapa acara merupakan ancaman eksistensial BBC. “Jika Pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak mewajibkan membayar pajak untuk menonton TV, pasti BBC akan merugi sekitar 200 juta euro per tahun,” ujar Sekretaris NUJ Michelle Stanistreet.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.