Beralih ke Digital, BBC PHK 500 Karyawannya

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 320 2160578 beralih-ke-digital-bbc-phk-500-karyawannya-1d9Af6yBbp.jpg Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang kian modern, BBC telah memangkas 500 pekerja. Hal ini merupakan bagian dari rencana modernisasi yang akan mengalihkan produksi televisi ke layanan digital.

“Kami perlu membentuk kembali BBC News untuk dekade berikutnya dengan cara menghemat banyak uang,” kata Direktur Berita BBC Fran Unsworth, dilansir CNN, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga: Salah Satu Bank Terbesar di AS PHK 200 Pekerjanya

Unsworth mengatakan, BBC menghabiskan terlalu banyak sumber daya untuk mengembangkan penyiaran dengan cara yang tradisional dan tidak akan efektif untuk beralih ke sistem digital. Nantinya, BBC akan menghentikan beberapa program andalannya dan mengurangi jumlah produksi untuk Newsnight. PHK juga akan dialami oleh karyawan BBC di seluruh dunia.

Baca Juga: HP Bakal PHK 9.000 Karyawannya

Imbas dari pemotongan beberapa program BBC ialah dipecatnya 500 pekerja dari 6.000 staf berita nasional Inggris itu (pemangkasan 50 karyawan sudah diumumkan terlebih dahulu pada akhir tahun). Redaksi BBC akan mengedepankan penempatan wartawan mereka yang akan berbasis di luar London. Tim redaksi juga juga akan fokus pada isu budaya, teknologi dan inovasi, uang dan pekerjaan, hingga politik.

Sebagai informasi, mayoritas pendanaan BBC berasal dari pajak tahunan sebesar 154,5 euro atau USD202 atau Rp2,75 juta (kurs Rp13.645/USD) yang dibayarkan oleh semua orang Inggris yang menonton TV.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson tengah melakukan peninjauan mengenai biaya tersebut, termasuk apakah kegagalan membayar dapat berujung pada tindakan hukum. Para pemirsa BBC mengatakan, jika pembayaran lisensi opsional dapat membahayakan masa depan penyiaran layanan publik.

Unsworth mengatakan redaksi perlu menghemat 80 juta euro atau USD104 juta atau Rp1,4 triliun pada tahun 2022, karena ada "tekanan di BBC". Sekitar setengah dari target tersebut telah tercapai, tetapi BBC harus menemukan cara baru untuk menghemat lebih banyak uang.

Namun, Persatuan Jurnalis Nasional Inggris menyebut pemotongan beberapa acara merupakan ancaman eksistensial BBC. “Jika Pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak mewajibkan membayar pajak untuk menonton TV, pasti BBC akan merugi sekitar 200 juta euro per tahun,” ujar Sekretaris NUJ Michelle Stanistreet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini