Awas! Satgas Waspada Investasi Temukan 120 Pinjaman Online Ilegal

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 320 2160849 awas-satgas-waspada-investasi-temukan-120-pinjaman-online-ilegal-9lIXhGwcPD.jpg Waspada Pinjaman Online Ilegal. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi menemukan 120 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal atau pinjaman online yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Temuan itu berdasarkan hasil penelusuran pada Januari 2020.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengakui, masih banyak kegiatan fintech peer to peer lending ilegal beredar dan berpotensi merugikan masyarakat. Kegiatan fintech ilegal itu melalui website, aplikasi atau penawaran melalui SMS yang beredar.

Baca Juga: Alasan Jokowi Andalkan Fintech Jadi Sumber Pembiayaan Masyarakat

"Masyarakat selalu kami minta waspada agar memanfaatkan daftar fintech peer to peer lending yang terdaftar di OJK,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Menurutnya, masyarakat juga harus terus diinformasikan untuk berhati-hati memanfaatkan mudahnya penawaran meminjam uang dari perusahaan fintech peer to peer lending, mengingat tanggungjawab dalam pengembalian dana yang dipinjam.

Baca Juga: Jokowi Juga Andalkan Fintech Jangkau Akses Pembiayaan untuk Masyarakat

“Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman,” katanya.

Sebelumnya, pada 2019, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan 1.494 fintech peer to peer lending ilegal. Sehingga total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 sampai dengan Januari 2020 sebanyak 2.018 entitas.

Tongam mengatakan, untuk menampung pengaduan, konsultasi, dan sosialisasi langsung mengenai berbagai persoalan terkait investasi, fintech lending dan gadai swasta ilegal, pihaknya membuka Warung Waspada Investasi bertempat di di The Gade Coffee & Gold, Jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat.

Warung Waspada Investasi akan beroperasi setiap hari Jumat pukul 09.00 – 11.00 WIB. Dalam lokasi tersebut hadir perwakilan dari 13 kementerian/lembaga anggota Satgas Waspada Investasi yang akan melayani pertanyaan ataupun aduan masyarakat mengenai kegiatan investasi ilegal, fintech lending ilegal, ataupun gadai swasta ilegal.

"Dengan adanya warung ini diharapkan masyarakat akan semakin mudah untuk melapor dan bertanya langsung,” kata Tongam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini