Tak Berdaya, Wall Street Dibuka Melemah Tertekan Dampak Virus Korona

Irene, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 278 2161549 tak-berdaya-wall-street-dibuka-melemah-tertekan-dampak-virus-korona-IdWncXoqF3.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street masih melemah pada pembukaan perdagangan Jumat waktu setempat. Penyebabnya kekhawatiran pelemahan ekonomi dunia karena dampak virus corona.

Indeks saham AS berada di zona merah dan diprediksi mengakhiri perdagangan minggu dengan catatan buruk. Ditambah lagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan epidemi virus corona sebagai darurat global.

Baca Juga: Wall Street Bangkit Lagi Didukung Komentar WHO soal Virus Korona

Adapun tiga indeks utama Dow Jones turun 101 poin atau 0,35%. S&P 500 turun 11 poin atau 0,33% dan Nasdaq 100 turun 22,25 poin atau 0,24%. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (31/1/2020).

Virus corona menyebar dengan cepat dan telah menewaskan lebih dari 200 orang di China dan menginfeksi ribuan orang secara global. Virus ini pun mengganggu rantai pasokan dan menghambat perjalanan, sehingga meredam ekspektasi peningkatan perekonomian terhadap negara tersebut.

Baca Juga: Virus Korona Masih Tekan Pasar Saham AS

Fitch Solutions sebelumnya mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB untuk China sebesar 5,9% untuk 2020. Tetapi pertumbuhan ekonomi itu bisa turun menjadi 5,4% karena virus corona.

Sementara itu, ada sedikit sentimen positif untuk pasar saham, di mana pendapatan kuartal IV beberapa perusahaan sebagian besar positif. Data Refinitiv menunjukkan kenaikan 0,7% dalam laba perusahaan di indeks S&P 500.

Amazon Inc melonjak 10,5% dalam perdagangan setelah mengalahkan estimasi Wall Street untuk hasil liburan kuartal, menempatkan pengecer online terbesar dengan kapitalisasi pasar mencapai USD1 triliun. Western Digital Corp melonjak 4,6% setelah memperkirakan pendapatan kuartal III di atas ekspektasi Wall Street.

Sedangkan saham Caterpillar Inc turun 1,8%, setelah konglomerat industri itu meramalkan pendapatan setahun penuh di bawah ekspektasi para analis karena perusahaan itu berjuang dengan aktivitas industri global yang lesu. Visa Inc turun 2,7% karena kurang dari perkiraan analis untuk pendapatan kuartal pertama dan memperingatkan pendapatan akan dikerutkan oleh insentif yang diberikannya kepada klien perbankan pada tahun 2020.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini