Virus Korona Masih Tekan Pasar Saham AS

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 278 2160927 virus-korona-masih-tekan-pasar-saham-as-dJE7GANv6B.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street melemah pada pembukaan perdagangan Kamis waktu setempat, karena investor khawatir virus korona menurunkan pertumbuhan ekonomi di China. Selain itu, pasar saham juga terbebani laporan pendapatan perusahaan teknologi AS.

Dow Jones turun 191 poin atau 0,67%. S&P 500 turun 22,5 poin atau 0,69% dan Nasdaq 100 turun 50,5 poin atau 0,56%.

Baca Juga: Wall Street Kehilangan Semangat Pasca-The Fed Tahan Suku Bunga

Virus korona China telah menyebar ke lebih dari 15 negara dan telah mengganggu perjalanan global dan menyebabkan beberapa perusahaan menunda operasi di China. Hal ini memicu aksi jual tajam di pasar keuangan karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi nomor 2 dunia akan menurun.

Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia akan berkumpul kembali pada Kamis untuk memutuskan apakah virus korona akan berstatus darurat global.

Baca Juga: Bagaimana Dampak Virus Korona Terhadap Perusahaan AS di China?

"Dampak ekonomi pada China bergantung pada kemampuan pemerintah China untuk menahan virus dan tindakan kebijakannya untuk mengurangi dampak. Bahkan jika wabah virus ternyata sebanding dengan SARS, dampak ekonomi globalnya kemungkinan akan lebih besar dari pada tahun 2002/2003, karena China memiliki pangsa yang jauh lebih besar dalam ekonomi global saat ini," tulis Analis Rabobank, dilansir dari Reuters, Kamis (30/1/2020).

Sementara itu, laporan pendapatan perusahaan teknologi AS menunjukkan pelemahan. Saham Facebook turun 7,4%, setelah raksasa media sosial itu memprediksi pertumbuhan ekonomi akan terus melambat ketika bisnisnya jatuh tempo dan melaporkan lonjakan biaya kuartalan.

Sedangkan, saham Tesla Inc melonjak sekitar 39%, setelah pembuat mobil listrik membukukan laba kuartalan kedua berturut-turut karena pengiriman kendaraan mencapai rekor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini