Sakit dan Kesulitan, Erick Thohir Pastikan Pembayaran Dana Nasabah Jiwasraya Akhir Maret 2020

Vania Halim, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 320 2161422 sakit-dan-kesulitan-erick-thohir-pastikan-pembayaran-dana-nasabah-jiwasraya-akhir-maret-2020-yiwJLAMyAe.jpg Jiwasraya Akan Lakukan Restrukturisasi. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya masuk ke dalam korupsi skala besar. Beberapa lembaga negara seperti BPK hingga Kejaksaan Agung ikut campur tangan menyelesaikan kasus tersebut.

Akhir dari kasus ini pun tengah ditunggu oleh masyarakat dan yang pasti para nasabah dengan harapan polisnya bisa segera dibayarkan. Kerugian dari kasus ini mencapai Rp13,7 triliun.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terbaru terkait Jiwasraya, di mana Menteri BUMN Erick Thohir memberi sinyal waktu pembayaran kepada nasabah, Senin (3/2/2020):

1. Kasus Jiwasraya dibahas Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR

Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berserta jajaran Direksi Jiwasraya.

"Rapat panja ini untuk mengetahui lebih detail permasalahan Jiawsraya yang gagal bayar polis," ungkap dia.

2. Erick Thohir Minta Rapat Tertutup

Erick Thohir meminta rapat tersebut tertutup supaya upaya pencarian solusi dalam kasus tersebut tidak menimbulkan salah persepsi sehingga berpotensi semakin memperburuk keadaan.

"Kami ucapkan terima kasih diberikan kesempatan menjelaskan secara tertutup. Pasalnya karena kami tidak mau adanya salah persepsi dalam penanggulangan yang kami akan lakukan," ujar dia.

Menurutnya, rapat tertutup ini penting dilakukan karena perusahaan tersebut betul-betul sakit dan membutuhkan proses yang panjang untuk disembuhkan.

"Namun, saya yakin koordinasi antara pemerintah dengan pihak-pihak terkait, termasuk DPR, yang kuat dan intens bisa mempercepat perolehan solusi penyelesaian masalah itu," ungkap dia.

3. Pembayaran Dana Nasabah Dilakukan Akhir Maret 2020

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pembayaran dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahap awal akan dilakukan pada akhir Maret 2020. Hal ini disampaikan dihadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Jadi kami berupaya menyelesaikan pembayaran di tahap awal Maret akhir,” ujar dia, di Gedung DPR RI Jakarta.

Dia menjelaskan, rencana pembayaran tahap awal tersebut sudah disepakati di internal Kementerian BUMN. "Tapi, pembayarannya akan direalisasi jika konsep tentang penyelamatan Jiwasraya disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan," ungkap dia.

4. Kondisi Terkini Jiwasraya

Erick Thohir mengungkapkan kondisi terkini PT Asuransi Jiwasraya, dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VI.

Erick Thohir menyebut, kondisi Asuransi Jiwasraya saat ini sangat sakit dan kesulitan. Perseroan itu memiliki kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun dan juga memiliki kekurangan solvabilitas sebesar Rp28 triliun.

"Kondisi Jiwasraya saat ini tentu sangat sakit dan kesulitan, yang memiliki kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun dan saat ini Jiwasraya memiliki kekurangan solvabilitas sebesar Rp28 triliun," ujar dia.

5. Manajemen Jiwasraya Abaikan Prinsip Tata Kelola yang Baik

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang lama telah mengabaikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate government/GCG).

Hal ini disampaikan Erick saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait kasus asuransi yang digelar Panitia Kerja (Panja), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR RI Jakarta.

"Manajemen Jiwasraya yang sebelumnya itu tidak menggunakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola investasi,” kata Erick.

6. 5 Saham Terkait Jiwasraya Disuspensi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pasar modal di Indonesia menghentikan sementara perdagangan (suspensi) 5 saham yang terkait dengan Jiwasraya. Hal ini dilakukan dalam menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Hanson Internasional Tbk (MYRX), PT SMR Utama Tbk (SMRU) dan Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini