Pekerja Indonesia Jadi Favorit, Dubes Arab: Kami Banyak Kecocokan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 320 2163355 pekerja-indonesia-jadi-favorit-dubes-arab-kami-banyak-kecocokan-W5HHcLTtU3.jpg TKI. Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi mengaku sangat tertarik dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bahkan jika dibandingkan dengan pekerja migran dari negara lain, pekerja asal Indonesia lah yang paling diminati.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi mengatakan, dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain, pekerja asal Indonesia masih menjadi favorit. Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang mengirimkan pekerjaannya juga ke Arab Saudi.

Salah satu alasannya adalah karena ada kecocokan dari segi budaya dan kultur antara Indonesia dengan Arab Saudi. Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi agama islam terbesar di dunia.

Baca Juga: Pemerintah Siap Berikan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi, Ini Langkahnya

"Kami sudah kerja sama dengan negara lain. Tapi PMI tetap tak tergantikan, karena masyarakat Saudi sudah memiliki kecocokan dari segi kultur budaya maupun sebagai sesama muslim," ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020).

Oleh karena itu lanjut Esam, pemerintah Indonesia diharapkan bisa secepatnya kembali membuka pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi. Apalagi menjelang momentum bulan Ramadhan 1441 H yang jatuh pada akhir April 2020 nanti.

 Baca Juga: Jelang Bulan Puasa, Kerajaan Arab Saudi Minta Tenaga Kerja dari RI

Esam menyebut jika pemerintah kerajaan Arab Saudi akan menjamin keselamatan dari para pekerja asal Indonesia. Bahkan kerjaan Arab Saudi siap memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang bekerja di sana.

Dirinya mewakili Kerajaan Arab Saudi mengaku meminta maaf jika memang dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi kasus kekerasan kepada pekerja migran asal tanah air. Dirinya berjanji dalam beberapa tahun ke depan tidak akan lagi terjadi kasus kekerasan kepada tenaga kerja migran asal Indonesia.

"Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara serius memberikan perlindungan kepada PMI," ucapnya.

Apalagi pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi tengah mempersiapkan sistem terpadu untuk rekruitmen tenaga kerja yang akan dikirim. Adalah sistem penempatan satu kanal (SPSK) atau One Channel System. Melalui SPSK ini, nantinya tenaga kerja Indonesia ini akan dikelola dan dicarikan bos barunya lewat pihak ketiga.

SPSK ini merupakan tindak lanjut dari Technical arrangement concerning Pilot Project on One Channel System for Limited Placement of Indonesian Migrant Workers in The Kingdom of Saudi Arabia antara RI dan Menaker pembangunan sosial Kerajaan Arab Saudi.

Kerja sama ini bersifat uji coba secara terbatas, yakni dengan jumlah PMI tertentu, evaluasi setiap tiga bulan, lokasi tertentu (Jeddah, Madinah, Riyadh, dan wilayah timur, yakni Damam, Qobar, Dahran dan jabatan tertentu seperti baby sitter, family cook, elderly caretaker, family driver, child careworker, dan housekeeper.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini