Pemerintah Siap Berikan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi, Ini Langkahnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 320 2163249 pemerintah-siap-berikan-perlindungan-pekerja-migran-indonesia-di-arab-saudi-ini-langkahnya-3k7X3Y5KrR.jpg TKI. Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah dengan Arab Saudi sepakat untuk melakukan perlindungan terhadap pekerja migran asal Indonesia di Kerjaaan Arab Saudi. Nantinya perlindungan ini akan dilakukan melalui pilot project sistem penempatan satu kanal (SPSK) atau One Channel System.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan untuk menjalan hal tersebut, pemerintah terus melakukan persiapan. Seperti misalnya dengan melakukan rekruitmen seleksi oleh perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).

Baca Juga: Jelang Bulan Puasa, Kerajaan Arab Saudi Minta Tenaga Kerja dari RI

Lewat seleksi ini, nantinya tenaga kerja Indonesia yang berangkat merupakan pekerja yang benar-benar memiliki kompetensi dan kemampuan yang mumpuni. Sebab, nantinya sebelum berangkat, akan dimintai sertifikat kompetensi.

"Pemerintah akan kembali mengirim pekerja migran apabila sistem keselamatan dan perlindungan bagi PMI benar-benar dipastikan, termasuk yang memiliki kompetensi, keterampilan dengan bukti sertifikat kompetensi, " ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Selasa (4/2/2020).

Menurut Ida, kerjasama SPSK ini diharapkan dapat diimplementasi segera dan mencapai hasil yang efektif. Sebab menurutnya, pilot project ini merupakan terobosan dan inisiatif yang telah disepakati kedua negara dalam memastikan dan meningkatkan perlindungan, khususnya untuk pekerja di sektor domestik.

Baca Juga: Dampak Virus Korona, Pekerja Migran Indonesia Dilarang ke Taiwan dan Hong Kong

Di sisi lain lanjut Menaker Ida, pemerintah terus bekerja keras memperbaiki regulasi tata kelola penempatan dan perlindungan PMI sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap WNI yang bekerja sebagai PMI di Arab Saudi. Misalnya dengan melakukan revisi pada beberapa aturan tentang pekerja migran Indonesia.

"Revisi aturan itu juga dapat meningkatkan perlindungan terutama bagi PMI, yang bekerja di sana Arab Saudi, " ucap Ida.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi mengatakan, pemerintah kerajaan Arab Saudi akan menjamin keselamatan dari para pekerja asal Indonesia. Bahkan kerjaan Arab Saudi siap memberikan perlindungan kepada para pekerja migran yang bekerja di sana.

Dirinya mewakili Kerajaan Arab Saudi mengaku meminta maaf jika memang dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi kasus kekerasan kepada pekerja migran asal tanah air. Dirinya berjanji dalam beberapa tahun ke depan tidak akan lagi terjadi kasus kekerasan kepada tenaga kerja migran asal Indonesia.

"Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara serius memberikan perlindungan kepada PMI," ucapnya.

Apalagi pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi tengah memepersiapkan sistem terpadu untuk rekruitmen tenaga kerja yang akan dikirim. Adalah sistem penempatan satu kanal (SPSK) atau One Channel System. Melalui SPSK ini, nantinya tenaga kerja Indonesia ini akan dikelola dan dicarikan bos barunya lewat pihak ketiga.

SPSK ini merupakan tindak lanjut dari Technical arrangement concerning Pilot Project on One Channel System for Limited Placement of Indonesian Migrant Workers in The Kingdom of Saudi Arabia antara RI dan Menaker pembangunan sosial Kerajaan Arab Saudi.

Kerja sama ini bersifat uji coba secara terbatas, yakni dengan jumlah PMI tertentu, evaluasi setiap tiga bulan, lokasi tertentu (Jeddah, Madinah, Riyadh, dan wilayah timur, yakni Damam, Qobar, Dahran dan jabatan tertentu seperti baby sitter, family cook, elderly caretaker, family driver, child careworker, dan housekeeper.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini