DPR Sebut OJK Kecolongan Soal Kasus Jiwasraya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 320 2163357 dpr-sebut-ojk-kecolongan-soal-kasus-jiwasraya-eVnlFSwLOy.jpg Kantor Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dolfie OFP mempertanyakan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus gagal bayar yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dalam kesempatan itu, Dolfie membandingkan langkah yang dilakukan oleh lembaga pengawas industri keuangan tersebut dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Lantaran, Kejagung kini sudah melakukan penyelidikan pada kasus Jiwasraya, bahkan telah menetapkan 5 tersangka.

Menurutnya, dalam penanganan kasus Jiwasraya, OJK telah kecolongan sehingga fungsi pengawasan tak berjalan maksimal.

Baca Juga: BPK dan Komisi XI DPR Sepakat Kasus Jiwasraya Harus Selesai 2023

"Soal Jiwasraya kenapa penyidik Kejagung lebih dulu masuk, kenapa enggak penyidik OJK? Keduluan dari Kejagung?," kata dia dalam rapat kerja Komisi XI dengan OJK pada Selasa (4/2/2020).

Dolfie menilai, hal tersebut mencerminkan OJK menganggap kasus gagal bayar yang terjadi di Jiwasraya bukanlah suatu masalah. Padahal, lembaga lain bahkan bisa melihat persoalan itu masuk dalam ranah hukum hingga adanya tersangka yang ditetapkan.

"Ini memperlihatkan bahwa OJK menganggap ini tidak ada masalah, sementara pihak di luar Bapak (Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso) menganggap ini ada masalah hukum atau pidana," katanya.

Baca Juga: Komisi XI DPR Sambangi Kantor BPK Bahas Kasus Jiwasraya

Sekedar diketahui, kasus gagal bayar Jiwasraya berawal dari dana hasil hasil penjualan produk asuransi JS Saving Plan digunakan untuk berinvestasi di aset berkualitas buruk atau pada saham-saham gorengan. Alhasil, bukan keuntungan yang didapat melainkan tekanan likuiditas terjadi di perusahaan pelat merah itu.

Kejagung menyebut Perseroan mengalami gagal bayar senilai Rp13,7 triliun perhitungan hingga Agustus 2019. Serta, dari lima tersangka yang ditetapkan, tiga di antaranya merupakan mantan petinggi Jiwasraya yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini