Virus Korona Ganggu Hubungan Dagang AS-China

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 320 2163768 virus-korona-ganggu-hubungan-dagang-as-china-1XEYW3seWw.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan, penyebaran cepat virus korona akan menunda kesepakatan ekspor impor Amerika Serikat (AS) dan China.

"Memang benar terjadi kesepakatan perdagangan. Namun ledakan ekspor dari kesepakatan perdagangan itu akan memakan waktu lebih lama karena virus korona," kata Kudlow yang dilansir dari Business Insider pada Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Ramalan Ekonomi China akibat Virus Korona, Cuma Tumbuh 4,5%?

Seluruh aktivitas ekonomi telah terhenti di China, setelah pemerintah membuat larangan perjalanan dan perdagangan untuk menahan penyebaran virus korona.

Tanda-tanda epidemi muncul tepat setelah kedua negara tersebut menandatangani perjanjian perdagangan pada 15 Januari, menimbulkan keraguan lebih lanjut apakah China dapat memenuhi janjinya.

Sebagai bagian dari perjanjian fase satu, China berkomitmen untuk memperketat penegakannya atas pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa, dan pergerakan mata uang. Gedung Putih mengatakan, China juga akan membeli sekitar USD200 miliar produk tambahan AS selama dua tahun.

Baca Juga: Marak Virus Korona, Kasino-Kasino di Kota Macau Tutup

China berusaha untuk meminta fleksibilitas dari AS pada janji-janji itu karena menghadapi wabah koronavirus, menurut Bloomberg. Gedung Putih, Kantor Perwakilan Perdagangan AS dan Departemen Keuangan tidak menanggapi email yang meminta komentar.

Kudlow memperkirakan dampak ekonomi akibat virus korona di AS akan "minimal". Dia menambahkan bahwa itu sebenarnya bisa memacu beberapa investasi dalam berbisnis.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini