Kompak Berkemeja Putih, Puluhan Korban Jiwasraya Geruduk Kantor Sri Mulyani

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164197 kompak-berkemeja-putih-puluhan-korban-jiwasraya-geruduk-kantor-sri-mulyani-Ryyq4mirx7.jpg Nasabah Jiwasraya (Foto; Okezone.com/Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Sebanyak 50 nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendatangi kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada hari ini, Kamis (6/2/2020) pukul 09.00 WIB. Tujuannya untuk bisa beraudiensi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati guna memastikan pengembalian dana investasi.

Dalam pantauan Okezone, Jakarta, Kamis (6/2/2020) puluhan nasabah itu nampak kompak mengenakan pakaian kemeja putih dan celana hitam. Mereka ingin menyerahkan surat kepada Sri Mulyani yang berisikan sejumlah tuntutan untuk dana milik mereka bisa kembali.

 Baca juga: Maaf, Jiwasraya Tak Masuk Holding BUMN Asuransi

"Kami mohonkan Ibu Sri Mulyani, Wamenkeu, atau Dirjen-nya mau menerima kami. Dan kami hanya memberikan surat pernyataan tolong dibayar uang kami yang sudah dijanjikan," ujar Nasabah Jiwasraya Ida Tumota di Kementerian Keuangan.

Dia menyatakan, Jiwasraya sebagai perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki negara, maka sudah jadi bagian Kementerian Keuangan bisa mengambil langkah untuk kepastian pengembalian dana polis yang sudah tertunda sejak Oktober 2018.

 Baca juga: DPR Sebut OJK Kecolongan Soal Kasus Jiwasraya

"Kunjungan kami semata-mata untuk menuntut, pertanggungjawaban negara dan menggunakan hak kami yang dimiliki masing-masing pemegang polis," ujar Ida yang sudah menjadi nasabah sejak 2018.

Dia berkisah, sejak 2018 menanamkan dananya di polis asuransi Jiwasraya dijanjikan dananya akan kembali dalam satu tahun beserta dengan keuntungan yang lebih tinggi dari bank umum. Namun, saat dirinya menginginkan dana itu kembali Jiwasraya justru tak bisa memenuhinya hingga saat ini.

 Baca juga: DPR Tanya Soal Kasus Jiwasraya, OJK Minta Jawab Dalam Rapat Tertutup

Menurut Ida, pihak Jiwasraya hanya memberikan surat edaran yang berisikan perusahaan mengalami gagal bayar karena kesalahan investasi. Diketahui, sebagian besra investasi Jiwasraya ditempatkan pada aset berkualitas buruk atau saham-saham gorengan.

"Pas kami minta, pas batas waktunya dengan enteng cuma dijawab maaf asuransi Jiwasraya gagal berinvestasi sehingga keuangan kami ditunda, bayarnya kapan, tidak jelas!," kata dia.

"Sekali lagi saya katakan tidak jelas! Ini uda lewat 1 tahun dan belum dibayar! Dan kami mohon sekali lg bu menteri keuangan tolong hadapi kami," tambah dia.

Sekedar diketahui, kasus gagal bayar Jiwasraya berawal dari dana hasil hasil penjualan produk asuransi JS Saving Plan digunakan untuk berinvestasi di saham gorengan. Alhasil, bukan keuntungan yang didapat melainkan tekanan likuiditas terjadi di perusahaan pelat merah itu.

Kejagung menyebut Perseroan mengalami gagal bayar senilai Rp13,7 triliun perhitungan hingga Agustus 2019. Serta, dari lima tersangka yang ditetapkan, tiga diantaranya merupakan mantan petinggi Jiwasraya yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini