nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Benar OJK Sudah Mengetahui Kasus Jiwasraya Sejak Lama?

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 15:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 06 320 2164377 apa-benar-ojk-sudah-mengetahui-kasus-jiwasraya-sejak-lama-NJMz2KA09m.jpg Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat lamban dalam menangani kasus gagal bayar yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan OJK harus diperbaiki lembaganya dan orangnya harus diganti. Sebab kasus Jiwasraya ini sudah permasalahan sistemik.

"Secara sistem mereka (OJK) sudah tahu masalahnya sudah lama. Tapi tidak berani mengambil keputusan atau tidak berani menyatakan pendapat kepada publik bagaimana ini seharusnya ditangani. Maka itu harus diperbaiki," ujar Tauhid di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga: Kompak Berkemeja Putih, Puluhan Korban Jiwasraya Geruduk Kantor Sri Mulyani

Kemudian lanjut dia, apabila tidak diperbaiki maka bisa terulang dan akan menjadi preseden buruk bahwa sudah ada lembaga pengawas di keuangan bank maupun non bank yang tidak menjalankan tugasnya. "Ternyata tidak berjalan efektif," ungkap dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dolfie OFP mempertanyakan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus gagal bayar yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Baca Juga: Maaf, Jiwasraya Tak Masuk Holding BUMN Asuransi

Dalam kesempatan itu, Dolfie membandingkan langkah yang dilakukan oleh lembaga pengawas industri keuangan tersebut dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Lantaran, Kejagung kini sudah melakukan penyelidikan pada kasus Jiwasraya, bahkan telah menetapkan 5 tersangka.

Menurutnya, dalam penanganan kasus Jiwasraya, OJK telah kecolongan sehingga fungsi pengawasan tak berjalan maksimal.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini