Terbanyak di Dunia, BUMN Ini Layani 245 Rute Pelayaran

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164380 terbanyak-di-dunia-bumn-ini-layani-245-rute-pelayaran-1ta5zV9eEn.jpg Pelabuhan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil menjadi perusahaan pengelola kapal penyeberangan terbesar di dunia. Bagaimana tidak, ada 202 kapal dengan 245 rute penyeberangan yang dioperasikan oleh perseroan.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, angka tersebut masih bisa terus meningkat mengingat potensi penyeberangan di Indonesia masih sangat tinggi sekali. Apalagi pada tahun ini, pihaknya berencana untuk merayu perusahaan swasta agar mau kapalnya dikelola oleh ASDP.

"Kita mau pembicaraan agar kapalnya mau dikelola oleh ASDP agar lebih efisien," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020)

Baca Juga: ASDP Siap Operasikan Dua Rute Penyebrangan Lintas Negara Tahun Ini

Ira juga saat ini tengah fokus dalam peningkatan jumlah penumpang. Sebab menurutnya, meskipun saat ini menjadi perusahaan pengelola kapal dan rute penyeberangan terbesar di dunia, namun dari sisi masih relatif kecil.

Menurut Ira, hal ini tak lepas dari ukuran kapal yang dikelola ASDP merupakan kapal dengan ukuran yang relatif kecil sehingga memiliki keterbatasan dalam kapasitas penumpang. Disisi lain, ada beberapa rute yang masih sepi peminat.

"Per hari ini ada 245 rute. Jujur saja tidak semua rute menguntungkan maka dari itu kita ciptakan mekanisme subsidi," ucapnya.

Baca Juga: Ada Kapal Penyeberangan Indonesia-Timor Leste, Apa Manfaatnya buat RI?

Oleh karena itu lanjut Ira, pihaknya melakukan sejumlah perubahan untuk mengoptimalkan pendapatan perusahaan. Ada tiga langkah yang siap dilakukan salah satunya adalah digitalisasi di pelabuhan.

"Kami tidak mau bilang kami ingin menempuh jalur yang ditempuh KAI. Nah ASDP kita ingin kita ke sana. Ini yang kita sebut game changer. Sungguh sungguh mengubah industri penyebrangan kita lakukan untuk digitalisasi," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini