Mulai 1 Maret, Pembelian Tiket Penyeberangan Bisa Lewat Online

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164397 mulai-1-maret-pembelian-tiket-penyeberangan-bisa-lewat-online-pufOLz8SnB.jpg Kapal (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan melakukan upaya digitalisasi pada sistem pembelian tiket. Nantinya pembelian tiket penyeberangan ini bisa dibeli secara online.

Direktur Utama ASDP Ira Pusapadewi mengatakan, rencananya sistem pembelian online ini , akan diresmikan pada 1 Maret 2019 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Nantinya,sistem pembelian tiket online ini terlebih dahulu diberlakukan di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Baca Juga: ASDP Siap Operasikan Dua Rute Penyebrangan Lintas Negara Tahun Ini

"Jadi game changer nya pertama itu digitalisasi yang kedua itu online. Kita mengubah sistem menjadi go show very easy. Kita launching 1 Maret oleh Menteri Perhubungan," ujarnya dalam acara diskusi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Dengan adanya sistem ini, nantinya pembelian tiket ini tak akan ada lagi pembelian tiket langsung di loket. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kebocoran tiket yang memang masih kerap terjadi.

 Baca Juga: Ada Kapal Penyeberangan Indonesia-Timor Leste, Apa Manfaatnya buat RI?

"Nanti tidak ada lagi tiket yang go show. Karena kita akan beli tiket lewat online pesan tiket lewat online. Sehingga tidak ada yang macam-macam lagi," kata Ira

Ira mengakui jika sistem online ini memiliki tantangan yang besar. Utamanya dalam hal persiapan sistem yang memang dalam penerapan sistem tiketing online ini selalu menjadi tantangan utama dalam sektor transportasi. "Memang kalau sistem online ada sedikit tantangan dengan sistem. Tapi kita coba," ucapnya.

Sebenarnya lanjut Ira, perseroan sudah melakukan sejumlah transformasi dengan pembayaran nontunai guna menekan angka kebocoran yang selama ini terjadi. Transformasi yang sudah dilakukan sejak tahun lalu ini dengan sistem pembayaran cashless atau menggunakan uang elektronik.

Saat ini ASDP memiliki 12 golongan kendaraan dengan harga yang bervariasi. Biasanya, Petruk menawarkan biaya lebih rendah daripada tarif yang telah ditetapkan ASDP.

"Kebayang kalau sehari saja ada dua ribuan truk dan kendaraan masuk, kalau itu dibolehkan dengan sistem yang masih manual seperti itu, kebayang berapa lost yang kita rasakan," kata Ira.

Ira berharap sistem pembayaran nontunai memberikan dampak positif bagi pendapatan perusahaan dan juga menekan tingginya uang tunai beredar di pelabuhan. Ira menyebut saat masa puncak seperti lebaran, uang tunai yang beredar di loket pelabuhan dalam sehari bisa mencapai Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

"Ini bukan di bank, kalau bank segitu normal. Ini di pelabuhan, kalau sistemnya belum digital masih sangat manual dan pakai belum bank. Kebayang tidak dampak bocornya segimana," lanjut Ira.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini