nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Pekerja Migran RI Terkena Virus Korona, Menaker Ingatkan untuk Tidak Panik

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2020 08:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 08 320 2165350 fakta-pekerja-migran-ri-terkena-virus-korona-menaker-ingatkan-untuk-tidak-panik-aWtX0k0TOo.jpg Virus Korona Mewabah di China. (Foto: Okezone.com/Business Insider)

JAKARTA – Penyebaran virus korona atau 2019-nCoV membuat para Warga Negara Indonesia (WNI) di China khawatir. Pasalnya, mereka berada atau bertempat di sumber penyebaran wabah yang setidaknya sudah menewaskan 600 jiwa.

Melihat akan kekhawatiran pekerja imigran WNI di China, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengimbau dan memeriksa kondisi mereka. Upaya yang ditempuh Menaker merupakan pengawasan pekerja imigran yang berada di luar Indonesia.

Berikut ini Okezone akan merangkum fakta-fakta seputar keadaan pekerja migran Indonesia di China, Jakarta, Minggu (9/2/2020):

1. Dalam Keadaan Sehat

Kondisi para tenaga kerja Indonesia di China atau negara yang terjangkit virus corona terpantau dalam keadaan baik. Hal ini diungkapkan oleh Menaker Ida Fauziyah saat melaksanakan telekonferensi dengan para petugas Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) perwakilan pejabat RI di sejumlah negara Asia, seperti Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Hong Kong dan Malaysia.

"Jadi, kami pastikan seluruh pekerja migran dalam kondisi sehat. Kami juga memastikan bapak ibu Atnaker melakukan komunikasi intens dengan para pekerja migran kita," ujar Ida di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan.

2. Sediakan Layanan Pengaduan 24 Jam

Pihak Kemnaker juga akan menyediakan layanan 24 jam berhubungan dengan pengaduan terhadap virus korona yang berkaitan dengan pekerja migran Indonesia.

"Dalam upaya pencegahan virus corona, kami (Kemnaker), sudah koordinasi intensif baik lisan maupun tertulis dengan para atase teknis, kepala bidang ketenagakerjaan di 12 negara. Yang tetap di bawah koordinasi perwakilan RI setempat," kata Menaker.

3. Koordinasi Intensif

Tidak hanya menyediakan layanan pengaduan 24 jam, Menaker Ida Fauziyah juga tetap berkomunikasi dengan baik terhadap keberadaan pekerja migran di China.

"Ini kami lakukan sebagai bentuk koordinasi dalam upaya memberikan perlindungan kepada pekerja migran kita," jelasnya.

4. Kirimkan 33 Ribu Masker

Melihat persedian masker di negara yang terjangkit virus korona semakin menipis, terbatas, serta langka. Kemnaker bersama BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan bantuan masker kepada pekerja migran Indonesia di Hong Kong dan Taiwan.

"Jadi ada 700 box atau sekitar 33 ribu masker yang akan diberikan kepada pekerja migran Indonesia di Taiwan dan Hong Kong," papar Menaker Ida di kantornya.

5. Pengetatan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Kemnaker juga mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Surat ini berisi larangan perusahaan melakukan penempatan pekerja Indonesia di wilayah Tiongkok.

"Kami himbau kepada perwakilan maupun P3MI agar melakukan pengetatan atau pengurangan terhadap penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), kita, baik di Hong Kong maupun Taiwan, selama masa kritis ini berlangsung," ujar Menaker Ida Fauziyah.

6. 1 Pekerja Migran Indonesia Positif Terjangkit Virus Corona

Salah satu pekerja migran Indonesia diduga terkena virus korona di Singapura. Diketahui pekerja migran itu merupakan pekerja rumah tangga di salah satu keluarga di Singapura.

Menaker Ida Fauziyah tidak tinggal diam. Dirinya mengimbau para pekerja Indonesia yang ada di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak panik. Menaker juga menyarankan para pekerja migran untuk tidak keluar rumah.

"Ini musibah ya. Tapi anak-anakku pekerja di Singapura jangan panik. Tetap waspada, kurangi keluar rumah kalau tidak perlu sekali," katanya melansir dari keterangan tertulis.

Dirinya juga menyarankan pekerja Indonesia di Singapura meminta pengertian kepada majikan tentang potensi penularan virus korona.

"Beri pengertian kepada majikan bahwa kita harus sama-sama mengurangi risiko tertular. Kalau jenis pekerjaan kalian berisiko, ya bicaralah dengan majikan baik-baik," kata Ida.

Pekerja Indonesia berusia 44 tahun dengan identitas yang dirahasiakan ini ternyata tertular dari salah satu anggota keluarga majikannya yang dinyatakan positif terjangkit virus korona.

“WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke RRT, namun merupakan pekerja rumah tangga dari warga negara Singapura yang juga telah sebelumnya ditetapkan positif coronavirus. WNI tersebut saat ini ditangani Tim Medis Singapore General Hospital,” demikian menurut Ministry of Health Singapura.

7. Presiden Berkomentar

Pemerintah Indonesia belum dapat memastikan apakah akan memulangkan WNI yang terkena virus korona atau tidak. Yang pasti Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menyerahkan hal ini kepada Singapura.

"Yang di sana biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dahulu," paparnya di Istana Kepresidenan Jakarta.

8. Bingung Minta Pertolongan

Walau sudah melakukan evakuasi WNI di Wuhan atau wilayah China lainnya. Masih ada buruh migran asal Indonesia yang terjebak di Wuhan, China.

Salah satunya Tiara yang merupakan satu dari dua pekerja migran asal Indonesia. Tadinya, dia sempat masyk rombongan WNI yang dievakuasi dan dikarantina. Namun karena kendala tidak memegang visa kerja dan paspor yang sudah kadaluwarsa, dia terpaksa bertahan di rumah majikannya.

"Tidak seperti WNI lain, namanya pekerja ilegal, saya takut. Harus minta tolong kepada siapa?" Saya cuma menunggu keajaiban dari Allah," kata Tiara melansir BBC.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini