nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terima Rp21,5 Triliun, Waskita Karya Tunda Penerbitan Obligasi

Irene, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 11:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 10 278 2166002 terima-rp21-5-triliun-waskita-karya-tunda-penerbitan-obligasi-zL2jErux6I.jpg Waskita Karya Menarik Peringkat atas Penawaran Umum Berkelanjutan IV. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Pesero) Tbk (WSKT) mendapatkan pembayaran dan dana talangan proyek pada 2019. Hal ini pun membuat perseroan menganalisa kembali penerbitan obiligas tahun ini.

Pada 4 Februari 2020, perusahaan negara tersebut memutuskan untuk menarik peringkat atas Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Baca Juga: Waskita Jual 40% Saham di Tol Solo Ngawi ke Perusahaan Hong Kong

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menjelaskan, latar belakang penarikan Peringkat atas PUB IV dilakukan karena WSKT tidak jadi melaksanakan penerbitan obligasi PUB IV 2019 dikarenakan memperoleh kas masuk sebesar Rp21,5 triliun pada akhir tahun lalu ditambah kondisi market yang kurang stabil.

"Peringkat kami tarik karena PUB IV Waskita Karya belum dapat terlaksana tahun lalu karena kami mendapat arus kas masuk dari pembayaran proyek dan dana talangan. Saat ini kami masih menganalisa situasi market untuk penerbitan obligasi di tahun 2020 ini," tutur Haris Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Waskita Karya Terima Pembayaran 4 Proyek Senilai Rp2,52 Triliun

Dengan adanya penerimaan kas sebesar Rp44 Triliun sepanjang 2019, mengakibatkan gearing ratio WSKT pada akhir desember 2019 dapat diturunkan menjadi 2,3x - 2,4x. Haris Gunawan pun menambahkan, di 2020 Waskita masih akan menerima tambahan kas dari pembayaran beberapa turnkey sebesar Rp10 Triliun dan pengembalian dana talangan tanah dari Lembaga Aset Manajemen Negara sekitar Rp4,5 Triliun.

"Manajemen WSKT akan selalu menjaga rasio keuangan di tahun 2020 melalui strategi divestasi beberapa ruas jalan tol, dan percepatan pencairan piutang dari proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey maupun konvensional," ujarnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini