nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BEI Sebut Ada Dugaan Kolusi di Kasus Saham Gorengan Jiwasraya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 20:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 10 278 2166368 bei-sebut-ada-dugaan-kolusi-di-kasus-saham-gorengan-jiwasraya-BeqY8235Cn.jpg Rapat BEI dengan Komisi XI DPR soal Jiwasraya (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai adanya praktik kolusi yang terjadi pada pengelolaan investasi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal itu usai direksi BEI dicecar pertanyaan oleh Komisi XI DPR RI soal investasi Jiwasraya di saham-saham gorengan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang memang menduga adanya praktik kolusi antara manajemen Jiwasraya dengan manajer investasi ketika bertransaksi saham. Lantaran sebagian besar investasi perseroan ditempatkan pada saham gorengan.

 Baca juga: Investor Asing Jual Bersih Saham Rp40,7 Miliar Selama Sepekan

Berdasarkan catatan BEI, otoritas pasar modal telah melakukan pemberian sanksi pada saham-saham yang berkaitan dengan Jiwasraya sejak 2016. Pada 2016 ada 39 emiten yang diberi sanksi, 2017 terdapat 64 emiten, 2018 sebanyak 85 emiten, dan 2019 sebanyak 74 emiten.

“Jadi memang ini yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung. Kalau kita berandai-andai, memang kalau saya lihat ini ada kolusi dari awal,” ungkap Kristian dalam rapat dengar pendapat di DPR RI, Jakarta, Senin (10/2/2020).

 Baca juga: Dana Perlindungan Investor Pasar Modal

Menurutnya, Jiwasraya merupakan investor institusional sehingga sudah pasti memahami betul sistem investasi di pasar modal lantaran memiliki komite investasi, beda halnya dengan investor ritel. Oleh sebab itu, risiko kerugian yang tinggi saat membeli saham goreng sudah tentu diketahui oleh manajemen Jiwasraya.

“Jadi memang ini knowledgeable investor (memiliki pengetahuan investasi yang baik), jadi Jiwasraya ini enggak perlu diajari lagi, enggak perlu disuapi lagi karena dia sudah tahu. Dan juga sudah memiliki hubungan dengan pemegang sahamnya. Jadi apa perlu diajari lagi? Tidak perlu Pak,” tegasnya.

 Baca juga: Daftar Saham yang Masuk dan Terdepak dari Daftar Efek Shortsell

Kristian juga menekankan, Jiwasraya bahkan tak memerlukan sosialisasi terkait investasi saham di pasar modal. Sehingga, investasi di saham gorengan ini diduga sudah direncanakan dengan baik.

“Informasi yang kami berikan enggak perlu dia (Jiwasraya) sebenarnya. Jadi saya pikir bagi knowledgeable investor itu hal yang sudah terencana dengan baik,” kata Kristian.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan, adanya praktik window dressing atau mempercantik laporan keuangan Jiwasraya lewat transaksi saham dan reksa dana yang dibelinya mendekati akhir tahun.

"Menariknya, grafiknya (transaksi investasi) terhadap Jiwasraya mengalami kenaikan di akhir tahun dan menjelang akhir tahun, karena itu penting untuk laporan keuangan. Karena dia window dreasing, naik (nilai sahamnya) di 31 Desember,” kata Nyoman.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini