nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Distribusi Harga Bawang Putih di Jawa Tengah Sempat Terganggu Virus Korona

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 21:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 320 2168134 distribusi-harga-bawang-putih-di-jawa-tengah-sempat-terganggu-virus-korona-7i7xj9xPhO.jpg Bawang Putih (Okezone)

SEMARANG – Stok bawang putih di Jawa Tengah dipastikan aman meski sempat terjadi lonjakan harga beberapa waktu lalu. Kenaikan harga bumbu dapur itu di antaranya juga akibat maraknya kabar virus Korona dari China.

Harga komoditas ekspor itu sempat mengalami kenaikan hingga 100 persen dengan harga jual bervariasi di tiap daerah. Kondisi tersebut disebabkan adanya keterlambatan distribusi akibat belum optimalnya kegiatan perdagangan di negara asal, karena warga China sedang libur perayaan Imlek.

 Baca juga: Imbas Dampak Virus Korona dan Penimbunan, Harga Bawang Putih di Bandung Naik Tinggi

"Kenaikan harga bawang putih sebenarnya sudah dimulai sejak minggu ke-4 Desember 2019, di mana permintaan mengalami peningkatan dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Arif Sambodo, Kamis (13/2/2020).

“Kenaikan berikutnya dalam menghadapi Imlek, kemudian kenaikan terakhir terjadi di awal Februari 2020 dengan kenaikan hampir 100 persen, pemicunya adalah isu virus Korona. Puncak kenaikan bawang putih pada 5-6 Februari kemarin," papar Arif.

 Baca juga: Harga Daging hingga Cabai Turun Usai Libur Imlek, Ini Daftarnya

Menurutnya, kebutuhan bawang putih nasional sebanyak 47 ribu ton per bulan. Dari total kebutuhan itu, sebesar 90 persen bawang putih diimpor dari China dan 5 persennya dari negara lain. Kendati beberapa daerah di Indonesia dapat memproduksi bawang putih, namun sampai sekarang produksi bawang putih lokal belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Sekarang harganya Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram. 10 Februari lalu kami sidak ke sejumlah distributor, masih terdapat empat kontainer berisi masing-masing 29 ton. Untuk Semarang ada empat distributor, sehingga stok kebutuhan akhir bulan ini sementara masih mencukupi, sembari menunggu kedatangan impor Januari yang kemungkinan minggu ini bongkar di Surabaya," bebernya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini