nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Formasi Diaspora 100% Lulus Passing Grade SKD CPNS

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 10:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 320 2168288 formasi-diaspora-100-lulus-passing-grade-skd-cpns-nmq4qqkTYE.jpg Ujian SKD CPNS 2019 (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 masih berlangsung hingga 28 Februari 2020. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan total peserta terdaftar ujian SKD dan presentase yang lulus passing grade.

Total peserta terdaftar ujian SKD sebanyak 3.361.802 dengan peserta login SKD mencapai 1.728.616. Data yang disajikan BKN per 13 Februari 2020 pukul 18.54 WIB

"Kelulusan passing grade SKD sebagai berikut tenaga cyber 56,32%, putra/putri Papua dan Papua Barat 24,95%, lulusan terbaik 91,91%, diaspora 100%, penyandang disabilitas 64,25, dan formasi umum 41,57%," demikian seperti dikutip akun twitter resmi BKN @BKNgoid, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca Juga: Peserta CPNS dari Bengkulu Raih Skor Tertinggi dalam Tes SKD

Perlu diketahui, pada ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 minggu lalu, nilai skor tertinggi nasional diraih oleh Kharisma Lana Barus. Namun rekor tersebut dipatahkan oleh Exa Mandala Putra yang mendapat skor 487 dalam tes SKD CPNS.

Peserta yang mengikuti ujian di titik lokasi Universitas Bengkulu, Kabupaten Lebong ini mendaftar formasi DIII kesehatan perawat puskesmas. Dalam ujiannya ia mendapatkan nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebesar 145, Tes Intelegensi Umum (TIU) sebesar 175, dan Tes Karakteristik Pribadi ( TKP) 167.

Baca Juga: BKN Catat Ada 4 Kasus Diskualifikasi CPNS 2019 karena Pelanggaran Joki

Sementara itu, Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen ASN BKN mendata sejumlah diskualifikasi kepesertaan SKD CPNS Formasi Tahun 2019 per 10 Februari 2020. Dari data tersebut mayoritas peserta gagal karena kesalahan formasi.

BKN mencatat diskualifikasi karena kesalahan formasi ada 14 kasus. Kemudian diskualifikasi pelanggaran joki (4 kasus), diskualifikasi tanda pengenal tidak lengkap (8 kasus); dan diskualifikasi pelanggaran tata tertib (8 kasus).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini