Fakta Bos Inter Milan Minta Bantuan Erick Thohir Kirimkan Masker ke China

Irene, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 320 2168473 fakta-bos-inter-milan-minta-bantuan-erick-thohir-kirimkan-masker-ke-china-3GvaVIbMsY.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA - Pemerintah mengencangkan sabuk pengaman mengantisipasi penyebaran wabah virus corona. Wabah ini pun mengancam perekonomian negara.

Virus yang menyebar begitu cepat membuat Indonesia mendapatkan banyak pesanan masker dari beberapa pihak. Salah satunya adalah dari Bos Inter Milan sekaligus bos Suning Group.

Berikut ini Okezone rangkum beberapa Fakta Erick Thohir minta BUMN produksi masker, Sabtu (15/2/2020).

1. 2 Juta Masker

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan telepon dari Pemilik baru Inter Milan tersebut. Bos Inter Milan itu meminta 2 juta masker kepada Erick untuk dikirimkan ke China.

"Hari ini saya sudah ditelepon sama Sunning yang dulu beli investasi saya di sepak bola Inter Milan. Dia mau beli hampir 2 juta masker," ujarnya.

2. Erick Genjot Perusahaan-Perusahaan BUMN

Erick Thohir meminta perusahaan-perusahaan BUMN untuk memanfaatkan peluang tersebut. Dirinya menginginkan agar perusahaan BUMN bisa memproduksi masker sendiri di dalam negeri.

"Saya bingung mau ke mana. Saya kasih ke ibu atau siapa-siapa jualan. Tapi jangan juga tadi jual-jual ditanya enggak siap," ucapnya.

3. Menjadi Peluang Bisnis

Menurut Erick, jika mampir memproduksi masker sendiri, maka virus korona bisa menjadi peluang bisnis bagi Indonesia. Mengingat saat ini banyak negara yang membutuhkan masker seiring wabah virus Korona yang sudah menyebar begitu cepat.

"Tapi mohon maaf karena menterinya orang bisnis, pasti ada bisnisnya sedikit. Kebutuhan banyak hal juga menjadi opportunity kalau bisa bikin, apakah maskernya," ucapnya.

4. Perusahaan Plat Merah diminja juga Untuk Antisipasi

Menteri BUMN yang bau dilatik pada tahun 2019 lalu ini juga mengimbau perusahaan pelat merah atau perusahaan milik BUMN untuk mengantisipasi virus corona ini. Pasalnya, saat ini virus korona membuat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mulai menurun.

"Garuda dengan tidak terbang ke China, saya sudah minta Direksi Garuda dengan Pak Wamen untuk membuat strategi baru apakah penerbangan dalam negeri yang tadinya berbadan kecil jadi berbadan besar. Karena kemarin yang kita mau lakukan terbang dari Singapura ke Labuan Bajo sekarang hanya mimpi. Ke Singapura juga enggak ada turis," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini