nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seleksi CPNS Kunci Hasilkan ASN Berkualitas dan Anti-Korupsi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 16:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 320 2168547 seleksi-cpns-kunci-hasilkan-asn-berkualitas-dan-anti-korupsi-GsDUp8fKJ6.jpeg Tes SKD CPNS 2019. (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA - Pemerintah memerlukan tenaga-tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas dan berintegritas. Artinya ASN yang bekerja untuk membantu program pemerintah harus bebas dari korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang anti korupsi dapat diwujudkan melalui berbagai upaya. Salah satu langkahnya awalnya adalah diawali dengan proses rekrutmen CPNS yang baik, dengan menjaring SDM yang bermental mengabdi dan mengutamakan kepentingan umum.

Baca Juga: Peserta CPNS dari Bengkulu Raih Skor Tertinggi dalam Tes SKD

Menurutnya, dalam proses rekrutmen juga harus dilakukan dengan transparan dan terbebas dari kecurangan. Menurutnya, dengan rekrutmen yang transparan, akuntabel serta sesuai prosedur, dapat melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan anti korupsi.

“Kementerian PANRB dalam hal ini menyediakan SDM unggul juga mengintegrasikan SDM itu sesuai dengan harapan dan tujuan bangsa Indonesia. Karena itu manajemen SDM adalah kunci sukses untuk melahirkan aparat-aparat yang anti korupsi,” ujarnya mengutip dari keterangan tertulis Kementerian PanRB, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca Juga: Peserta SKD CPNS Formasi Disabilitas Ini Lulus Pasing Grade dengan Nilai Cantik

Dalam proses rekrutmen, peran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sangat penting. KemenpanRB berperan sebagai pembuat kebijakan, sedangkan BKN akan berperan sebagai pelaksana.

Di samping itu, Lembaga Administrasi Negara (LAN) juga memiliki peran penting dalam menciptakan ASN yang berkualitas. Misalnya dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada ASN terkait anti korupsi.

"Jika Kementerian PANRB mampu menghadirkan sistem rekrutmen, pendidikan, dan pembinaan ASN maka diyakini separuh pekerjaan yang berkaitan dengan pencegahan korupsi dapat terselesaikan," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini